Berita Terkini


Halaqoh Pondok Pesantren, Perkuat Sinergi Pemkab Kendal

Selasa, 20 Oktober 2026 15:08:50

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pondok pesantren dalam membangun daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kendal dalam acara Halaqah Pondok Pesantren yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Selasa (20/10/2026) bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Acara yang mengangkat tema "Revitalisasi Nilai Revolusi Jihad dalam Koridor Konteks Bela Negara Era Modern” dihadiri Forkopimda Kendal, Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala instansi vertikal, para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Kendal, organisi keagamaan, serta diikuti ratusan santri di Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyoroti tema Halaqoh rangkaian HSN tahun ini. Menurutnya
tema tersebut mengandung makna mendalam bahwa para santri merupakan bagian penting dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa, mulai dari Pemerintah Daerah hingga pusat.

β€œSantri tidak hanya berfungsi sebagai pewaris tradisi keilmuan agama, tetapi juga harus menjadi kekuatan besar dalam membangun masa depan daerah Kabupaten Kendal dan bangsa Indonesia,” ujar Bupati Kendal yang akrab Mbak Tika.

Dalam kesempatan itu Mbak Tika juga menyampaikan, Pemkab terus meningkatkan komitmen untuk mendukung program-program pengembangan pondok pesantren, penguatan santri, serta pendidikan karakter pemuda melalui kerja sama lintas OPD.


Dalam kesempatan itu, Bupati Kendal mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kendal atas kontribusi nyata mereka terhadap kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah.

Dalam laporannya, Asisten Sekda Kedal, Ircham Chalid selaku panitia acara menyampaikan, bahwa penyelenggaraan
halaqah ini memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, untuk mempererat tali silaturahim antara ulama dan umara di Kabupaten Kendal. Kedua, menjadi media sharing, saling berbagi, berkoordinasi, serta berdialog antara pimpinan pondok pesantren dan unsur pemerintah.

"Ketiga, untuk meningkatkan wawasan, semangat, serta kreativitas para peserta guna mengoptimalkan peranan pondok pesantren dalam pembangunan daerah Kabupaten Kendal," ujar Ircham Chalid.

Dalam sambutannya, pimpinan pondok pesantren Al Uswah Kaliwungu yang juga sebagai Ketua PCNU Kendal, KH. Mustamsikin mengucapkan selamat Hari Santri Nasional tahun 2026.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang terus bersinergi dalam berbagai kegiatan, terutama dalam pelaksanaan rangkaian HSN setiap tahunnya, termasuk Halaqah Pondok Pesantren ini.

"InsaAllah jika santri sehat dan santri cerdas, maka Kabupaten Kendal dan bangsa Indonesia ini ke depan akan terus maju dan rakyatnya semakin sejahtera," ujar KH. Mustamsikin.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian dari para narasumber sesuai dengan tema tersebut. Dalam kesempatan itu, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc, MA menegaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air (hubbul wathan) serta keberadaan sanad keilmuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari syariat Islam dan kunci utama dalam membangun serta mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Ia juga memaparkan, bahwa kecintaan kepada tanah kelahiran bukanlah suatu hal yang baru, melainkan telah dicontohkan sejak zaman Rasulullah SAW. Ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali berhijrah dari Makkah menuju Madinah, Nabi sempat beberapa kali menoleh ke belakang karena rasa rindu yang mendalam terhadap Makkah.

KH. Riza menambahkan, bahwa dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, para ulama besar terdahulu seperti Mbah Kiai Hasyim Asy'ari, Mbah Kiai Wahab Hasbullah, Mbah Kiai Bisri Syansuri, Mbah Kiai Abbas Buntet, hingga pahlawan-pahlawan nasional lainnya telah membuktikan komitmen mereka melalui Resolusi Jihad.

"Para kiai dan puluhan santri dikerahkan dari berbagai daerah seperti Lirboyo, Cirebon, Tebuireng, dan pesantren lainnya untuk membentengi serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia," ungkap KH. Reza.

Ia berpesan kepada para santri dan generasi penerus bangsa agar memegang teguh prinsip-prinsip yang sudah dicontohkan oleh para ulama, yaitu menumbuhkan rasa percaya diri, memegang teguh sanad keilmuan, dan melanjutkan perjuangan guru.

"Generasi muda santri memiliki hak dan kewajiban moral untuk memakmurkan serta membangun Indonesia sebagai bentuk pengejawantahan dari cinta tanah terhadap tanah air," pesan KH. Reza Ahmad Zahid.

Sementara dalam paparannya, Dr. KH. Achmad Roziqi memaparkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Resolusi Jihad serta pentingnya merevitalisasikannya ke dalam konteks bela negara di era modern.

Ia menjelaskan, bahwa gerakan yang digerakkan oleh para kiai dan santri di masa lalu berakar dari semangat keagamaan dan kebangsaan yang kuat.

Dr. KH Achmad Roziqi merinci bahwa Resolusi Jihad memuat lima nilai dasar yang menjadi landasan perjuangan, yaitu %u200BHubbul Wathon, Mas'uliyah Diniyah, Mas'uliyah Wathoniyah, Ukhuwah, Khidmah dan Pengorbanan.

"Pertama, Hubbul Wathon adalah semangat cinta tanah air yang merupakan bagian dari Sunnah Nabawiyah dan menjadi pendorong utama para kiai serta santri. Kedua Mas'uliyah Diniyah, adalah tanggung jawab keagamaan yang memposisikan agama sebagai solusi atas berbagai persoalan. Ketiga, %u200BMas'uliyah Wathoniyah, adalah tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, meneladani sikap Rasulullah SAW yang mengajarkan toleransi (at-tasamuh) ketika kembali ke Makkah," kata KH. Achmad Roziqi.

Keempat, kata Pengasuh Tebuireng Jombang, yaitu Ukhuwah, adalah semangat persaudaraan dan persatuan, seperti kisah sukses Rasulullah dalam mempersatukan kaum Anshar dan Muhajirin.

"Kelima adalah %u200BKhidmah dan Pengorbanan, yaitu ketulusan untuk berkhidmat serta berkorban demi kepentingan bangsa, negara, dan agama," terang KH. Achmad Roziqi.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa kelima nilai tersebut kemudian direvitalisasi ke dalam bentuk perilaku nyata bela negara dalam menghadapi tantangan zaman sekarang, salah satunya termasuk mewarnai ruang media sosial dengan konten-konten positif dan konstruktif, guna menangkal narasi negatif serta menjaga keharmonisan publik.

Melalui pemaparan yang disampaikan, Dr. KH Achmad Roziqi mengajak seluruh generasi penerus dan kalangan santri untuk terus merawat dan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan tersebut dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara di era digital.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita