Kendal- Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Tokoh Masyarakat melakukan ziarah ke makam ulama Kendal yang berlokasi di Bukit Jabal Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, Senin (19/10/2026).
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal H. Benny Karnadi, Forkopimdan Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari beserta asisten Sekda Kendal, Kemenag dan Kementerian Haji Kendal, para Kepala OPD Kendal, Ketua MUI Kendal, para pengasuh pondok pesantren, serta para santri.
Acara ziarah diisi dengan Tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH. Mustamsikin, dan para pimpinan pondok pesantren di Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan.
Ziarah tersebut dilaksanakan di makam KH Asy'ari atau yang akrab dikenal dengan panggilan Mbah Guru Asy'ari di Bukit Jabal Desa Protomulyo.
Usai melakukan ziarah, %u200BH. Benny Karnadi menjelaskan bahwa Mbah Guru Asy'ari merupakan salah satu tokoh di Kabupaten Kendal yang makamnya kerap dikunjungi, termasuk pada bulan Syawal. Melalui momentum Hari Santri ini, pemerintah daerah menegaskan kembali pentingnya berziarah ke makam ulama.
%u200B"Niat pertama adalah untuk mendoakan para ulama yang berjasa luar biasa untuk Kabupaten Kendal dan bangsa Indonesia. Kedua mohon doanya untuk Kabupaten Kendal supaya aman, tertib, lancar, dan warganya juga bahagia," ujar H. Benny Karnadi.
Menurut Benny, %u200Bselain mendoakan daerah, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kendal.
%u200BDalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kendal turut menyampaikan pesan khusus bagi para santri agar mampu menghadapi tantangan zaman. %u200BSantri diharapkan tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga aktif mengembangkan ilmu-ilmu umum agar dapat mengikuti perkembangan zaman.
"%u200BPara santri diharapkan dapat berkontribusi secara nyata di masa mendatang tentunya sesuai dengan perkembangan zaman dalam persiapan menyongsong Indonesia Emas," tutur Wakil Bupati Kendal.
Dalam kesempata tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH. Mustamsikin, memberikan pesan penting kepada para santri dalam rangkaian kegiatan ziarah yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.
"Ini harus kita ingat bersama, bahwa sejarah Hari Santri Nasional berawal dari perjuangan para ulama dan santri setelah kemerdekaan Indonesia. Kemudian pada tanggal 22 Oktober tahun 2015 ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional, sehingga sebagai rangkaian kita bersama-sama wajib melaksanakan ziarah untuk mengenang jasa-jasa para ulama dan kiai terdahulu," ujar KH. Mustamsikin yang juga sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Uswah Kaliwungu.
Ia juga memberikan pesan semangat, dengan mengingat para ulama dan kiai yang telah berjuang, para santri diharapkan dapat menjadi lebih bersemangat untuk menjaga kemerdekaan serta meneruskan cita-cita para ulama dan kiai.
Diskominfo Kendal/Heri