Kendal – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Sosial Kabupaten Kendal terus memperkuat upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana di aula Kecamatan Ringinarum, termasuk penanganan trauma bagi masyarakat yang terdampak kebakaran. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali bangkit sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, Senin (28/09/2026).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal Albertus Hendri Setyawan menyampaikan, kegiatan psikososial dan trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat setelah mengalami bencana. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Trauma healing bisa dioptimalkan dengan melakukan sharing, sehingga masyarakat dapat bangkit kembali dalam menjalankan aktivitas. Dari sosialisasi ini, kami berharap masyarakat mampu melakukan mitigasi maupun penanggulangan bencana, terutama kebakaran yang sempat dialami warga Desa Kedungsari,” ujar Albertus Hendri Setyawan.
Pemkab Kendal melalui Dinas Sosial berencana memperluas kegiatan mitigasi dan pemulihan trauma ke wilayah lain yang memiliki kerawanan bencana atau pernah mengalami kebakaran.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, salah satunya dengan melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala di rumah masing-masing.
“Terutama bagi bangunan yang instalasinya sudah berusia puluhan tahun agar segera diremajakan guna mengantisipasi bahaya arus pendek,” kata Bupati.
Bupati menegaskan, kehadiran pemerintah tidak hanya diperlukan ketika bencana terjadi, tetapi juga setelah bencana, khususnya dalam membantu proses pemulihan masyarakat. Menurutnya, pemulihan psikologis menjadi bagian penting agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dan aktivitas secara normal.
“Pemerintah tentu tidak hanya hadir waktu bencana, tetapi pascabencana juga harus hadir, terutama dalam pemulihan psikologis masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan psikososial yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kendal, kegiatan tersebut juga diisi dengan simulasi penanganan kebakaran secara dini. Simulasi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh tabung gas maupun munculnya titik api.
Simulasi penanganan kebakaran tersebut dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar), dengan harapan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi kebakaran, sehingga dapat melakukan penanganan awal secara tepat sembari menunggu bantuan petugas.
(Diskominfo/AK92)