Kendal- Karya seniman Indonesia disambut baik dan mendapatkan respon positif dari publik serta kolektor Jerman dalam ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 pada 11–13 September 2026.
Hal itu disampaikan oleh Niluh Swati, Founder Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) kepada awak media pada (17/9/2026).
Ia mengungkapkan, respon baik tersebut terlihat dari ketertarikan kolektor, galeri, hingga komunitas seni setempat saat berkunjung dan melakukan transaksi dengan membeli hasil karya, serta membuka pembicaraan tentang kerja sama.
"Karya seni lukis yang dipamerkan banyak dikunjungi dari berbagai negara, dan ketertarikan terbesar datang dari kolektor Jerman. Tentunya ini sebagai referensi kami dan menjadi indikator yang penting, karena salah satu tujuan programnya adalah memperkenalkan karya seniman Indonesia secara langsung kepada pasar dan publik seni di Jerman," ujar Niluh.
Founder Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) mengungkapkan, pihaknya telah membawa sekitar 54 karya dari 34 seniman Indonesia, termasuk seniman dari Kabupaten Kendal, yaitu Juan Widhiyanto.
Menurut Niluh, saat melihat karya tersebut, para pengunjung berdiskusi dan bertanya mengenai seniman, teknik, latar belakang karya, hingga cerita budaya yang melatarinya.
Dari pengamatan selama pameran, beberapa karakter karya yang mendapat perhatian cukup kuat antara lain lukisan Bali, lanskap persawahan, karya realistik bertema alam, serta lukisan wayang. Bagi Niluh, respons tersebut menjadi pengalaman penting karena karya seniman Indonesia berhadapan langsung dengan publik dan pasar seni di Eropa.
Sejumlah karya seniman tersebut mendapatkan perhatian khusus dari kolektor, di antaranya karya I Wayan Kaler dan Zulfian Hariyadi, serta Juan Widhiyanto.
"Para pengunjung tidak hanya melakukan pembelian, namun terdapat pula permintaan repeat order terhadap karya dengan tema pemandangan sawah. Pesanan karya akan dibuatkan dengan tema dan komposisi berbeda, tetapi tetap mempertahankan karakter lanskap persawahan di wilayah Indonesia," kata Niluh.
Ia menambahkan, bahwa penjualan menjadi indikator penting sebagai bukti nyata karya dapat diterima oleh pasar Internasional. Namun yang tidak kalah penting adalah membangun kepercayaan dan reputasi, serta kualitas seniman Indonesia dalam memasuki ekosistem seni Eropa sebagai investasi jangka panjang.
Diakhir penyampaiannya, Niluh mengatakan, pameran di Wiesbaden membuka wawasan luas bagi para seniman Indonesia, tidak sekadar untuk memamerkan hasil karya, namun juga membuka potensi besar dalam membaca respons pasar terhadap karakter karya seniman Indonesia ketika diperkenalkan secara langsung pasar Internasional.
Sementara itu, seniman asal Kendal Juan Widhiyanto menyampaikan, bahwa dalam pameran tersebut karya lukisannya yang bertema persawahan laku dibeli oleh pengunjung.
"Saya bersyukur karya lukisan bertema persawahan yang dilukis bisa menarik perhatian para pengunjung dan dibeli dengan harga 1.500 EUR / sekitar Rp 30 Juta. Ini menujukan bahwa orang desa asal Kabupaten Kendal juga mampu bersaing di dikancah Internasional," ujar Juan Widhiyanto.
Juan juga menyampaikan, bawah hasil karya miliknya yang bertema pantai, sebelumnya juga pernah dibeli oleh warga negara Jerman. Selain itu, hasil karya yang bertema Nepal Van Java dibeli oleh warga Malaysia bersama 5 hasil lukisan lainnya.
Ia berharap, melalui pameran ARTe Kunstmesse Wiesbaden yang laksanakan di Jerman akan lebih menambah semangat dan meningkatkan kualitas karya para seniman agar bisa terus bersaing di kancah Internasional.
Diskominfo Kendal/Heri