Kendal- Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, SE, MM, secara resmi membuka pergelaran Bodri Culture Festival #6 Desa Magersari yang berlangsung di Lapangan Jatidiri, Kecamatan Patebon, Sabtu (5/9/2026).
Festival budaya yang digelar selama tiga hari ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, sekaligus menjadi wadah apresiasi budaya dan ekonomi warga lokal.
Event tahunan ini bertujuan untuk melestarikan seni budaya lokal, mempromosikan potensi wisata di sekitar kawasan Sungai Bodri, serta mengenalkan produk-produk unggulan Desa Magersari demi meningkatkan perekonomian warga setempat.
Rangkaian acara tahun ini berlangsung meriah dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dari 10 RT di Desa Magersari.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Magersari, panitia pelaksana, serta seluruh warga yang telah bergotong royong hingga acara dapat terselenggara dengan meriah.
Ia berharap festival ini terus berkembang menjadi agenda pariwisata budaya yang berkelanjutan. Karena setiap kesenian yang ditampilkan membawa nilai-nilai luhur seperti semangat gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, serta rasa cinta terhadap daerah.
"Mak dari itu, anak-anak dan generasi muda harus diberikan ruang untuk mengenal, mencintai, sekaligus menjadi bagian dari pelestarian budaya daerah," ujar Hj. Dyah Kartika Permanasari.
Bupati Kendal yang akbar disapa Mbak Tika juga menyampaikan, selain sebagai ajang unjuk kebolehan seni dan wadah bagi para pelaku UMKM lokal, festival ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Menurutnya, suasana penuh kegembiraan dan kerukunan inilah yang mencerminkan wajah kemerdekaan sesungguhnya.
Mbak Tika memberikan pesan khusus kepada generasi muda Magersari agar tidak ragu untuk terus berkarya, mengekspresikan potensi diri, serta menjadikan seni dan budaya sebagai sarana membangun percaya diri.
Kepala Desa Magersari, Muhyidin menyampaikan, bahwa festival dimulai dengan berbagai perlombaan untuk warga, mulai dari ibu-ibu PKK, anak-anak, hingga dewasa. Pada malam Sabtu, acara dimeriahkan dengan pentas musik orkes dangdut serta kegiatan check sound bersama tiap RT.
"Memasuki Sabtu siang, perhatian warga tertuju pada Bodri Culture Festival yang diikuti oleh 10 RT dan menampilkan parade kreasinya masing-masing secara bebas. Panggung pertunjukan turut diisi dengan penampilan musikal drama dan musikalisasi puisi," ujar Muhyidin.
Tak berhenti di situ, lanjut Muhyidin, malam harinya digelar pertunjukan Singo Barong Carnival. Rangkaian kegiatan festival ini dijadwalkan ditutup pada hari berikutnya dengan penampilan musik kasidah dari grup Az-Zahra Semarang.
Ia mengungkapan, selain pertunjukan seni dan budaya, festival ini juga disemarakkan oleh bazar UMKM. Sebanyak 30 stan yang disediakan terisi penuh oleh para pelaku usaha mikro, baik dari warga lokal Desa Magersari maupun peserta dari luar daerah seperti Wonosobo dan Semarang.
Kepala Desa Magersari berharap festival tahunan ini dapat terus dipertahankan dan semakin meningkatkan kreativitas warga, baik di bidang budaya, kesenian daerah, hingga kuliner.
Dalam kesempatan itu, Muhyidin juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, terutama Bupati Kendal yang sudah ikut memeriahkan acara Bodri Culture Festival #6.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Dispermasdes, Diskominfo, dan Kepala Desa Magersari yang juga ikut memeriahkan acara tersebut.
"Harapan kami event ini tetap bisa diadakan tiap tahun dan kreativitas warga semakin meningkat. Kami juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kendal juga terus ditingkatkan, terutama dalam hal penganggaran dan sponsor, agar potensi wisata desa ini dapat berkembang lebih baik lagi," harap Kepala Desa Magersari.
Rangkaian acara Bodri Culture Festival #6 resmi dimulai yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kendal.
Sedangkan salah satu peserta, Ikke mengaku senang mengikuti rangkaian kegiatan Culture Festival yang digelar oleh Pemerintah Desa Magersari, karena sebagai salah satu pelestarian budaya dan menampung kreativitas warga.
"Tentunya sangat senang mengikuti Culture Festival Desa Magersari, dan harapannya setiap tahunnya bisa rutin terus dilaksanakan, dan tentunya bisa kebih meriah lagi," ujar Ikke.
Diskominfo Kendal/Heri