Berita Terkini


Pemkab Kendal Menggelar Sosialisasi Digitalisasi Terintegrasi Perizinan PPG

Rabu, 02 September 2026 13:43:48

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar acara sosialisasi dan pelatihan konsultan pemohon dalam rangka peningkatan kapasitas untuk mendukung transformasi serta digitalisasi terintegrasi perizinan pembangunan gedung (PPG) di Kabupaten Kendal, Rabu (2/9/2026) di Aula Politeknik Industri Furniture Kawasan Industri Kendal.

 

Acara dihadiri langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, Direktur Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum, Kepala Kantor Bank Jateng Cabang Kendal, Joko Trihono, Direktur Polifurneka Dr. Peni Shoffiyati.

 

Acara diikuti oleh aparatur Pemkab Kendal dan profesional perizinan (TPA, TPT, sekretariat PBG/SLF Dinas PUPR), Penyedia jasa konsultansi / konsultan pengkaji teknis, perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK) serta stakeholder terkait lainnya.

 

Kepala DPUPR Kendal, Sudaryanto dalam laporannya menyampaikan, bahwa

Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan perizinan dasar yang sangat krusial, karena untuk Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dan Dokumen Lingkungan.

 

"Selain itu, untuk mendorong iklim investasi di daerah, dan meningkatkan perekonomian wilayah, khususnya di Kabupaten Kendal, serta untuk memastikan gedung yang dibangun andal demi keselamatan dan kepentingan pemohon sendiri," kata Sudaryanto.

 

Ia menambahkan, untuk memastikan seluruh proses perizinan berjalan sesuai ketentuan, diperlukan koordinasi, kesamaan pemahaman antarpihak (pemohon, konsultan, pengelola KIK, Tim Profesi Ahli, dan stakeholder terkait), serta peningkatan kualitas dokumen perencanaan dan kajian teknis agar memenuhi standar regulasi.

 

"Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesamaan persepsi antar stakeholder terkait persyaratan serta standar teknis penyelenggaraan bangunan gedung, dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme aparatur serta konsultan dalam penyusunan kajian teknis PBG dan SLF," ujar Sudaryanto.

 

Selain itu, lanjut Sudaryanto, juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan dan Kajian Kelayakan Fungsi (KKF) bangunan gedung di Kawasan Industri Kendal (KIK), dan mewujudkan proses penyelenggaraan PBG dan SLF yang lebih efektif, efisien, akuntabel, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sementara itu, Bupati Kendal, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut tujuan utamanya adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait pentingnya keandalan bangunan gedung. 

 

"Harapannya, ke depan tidak ada permasalahan yang tidak kita kehendaki, sekaligus sebagai penyamaan persepsi dan pemahaman terkait regulasi dalam proses perizinan. Sebab, regulasi ini setiap saat terkadang mengalami perubahan," tutur Bupati Kendal.

 

Menurut Bupati Kendal kegiatan, kegiatan ini penting untuk menjamin keandalan teknis bangunan gedung tanpa terhambat oleh kendala administratif. Sekaligus, ini menjadi upaya untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara semua pihak agar proses perizinan menjadi jauh lebih baik lagi.

 

Ia mengungkapkan, Kabupaten Kendal saat ini berkembang sangat pesat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri Kendal (KIK) berhasil meningkatkan investasi, baik dari asing maupun domestik. 

 

"Kondisi ini mendorong percepatan pembangunan fisik serta peningkatan kebutuhan pelayanan perizinan bangunan gedung.

Keberadaan kawasan industri di Kendal memberikan dampak yang sangat positif, salah satunya pada pertumbuhan ekonomi tahun 2025, kita berhasil mencapai capaian tertinggi di Jawa Tengah," kata Bupati Kendal, yang akbar disapa Mbak Tika.

 

Mbak Tika menambahkan, untuk Kawasan Industri Kendal tahap pertama sudah sold out. Sekarang mulai memasuki tahapan pengembangan kedua seluas 1.200 hektar. Selain itu, ada kawasan industri lain yang sedang berproses, seperti Kawasan Industri Sypher, serta beberapa rencana pembangunan dari perusahaan-perusahaan di luar kawasan.

 

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap kepada para peserta, khususnya para konsultan agar dapat terus meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi terkait bangunan gedung di Kabupaten Kendal. 

 

"Harapan kami, melalui kegiatan ini dapat terbangun kesepahaman terkait aturan serta peningkatan kompetensi seluruh pihak, sehingga proses perizinan PBG dan SLF dapat berjalan lebih cepat. Saya meminta kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan ruang diskusi bersama para narasumber hari ini dengan sebaik-baiknya," harap Mbak Tika.

 

Perlu diketahui, kawasan peruntukan industri di Kendal mencapai luas 5.200 hektar, dan yang terpakai saat ini baru sekitar 40 persen. Masih banyak perusahaan yang tertarik berinvestasi di Kendal.

 

Pemerintah Kabupaten Kendal akan terus berusaha memberikan kemudahan bagi para investor, termasuk memfasilitasi kendala perizinan PBG dan SLF melalui kegiatan sosialisasi seperti hari ini.

 

Kegiatan tersebut terbagi menjadi 2 (dua) sesi utama adalah sosialisasi terkait standar teknis penyelenggaraan bangunan gedung, dan sesi dua adalah pelatihan konsultan untuk meningkatkan kualitas substansi kajian kelayakan fungsi bangunan gedung di Kawasan Industri Kendal (KIK).

 

Adapun materi sosialisasi berfokus pada penyampaian substansi, format, dan sistematika dokumen kajian kelayakan fungsi bangunan gedung.

 

Narasumber Perwakilan Tim Profesi Ahli (TPA) Kabupaten Kendal yang ditetapkan melalui SK Bupati (bidang Arsitektur, Struktur, dan MEP).

 

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita