Berita Terkini


Bupati Kendal Tegaskan Pentingnya Mitigasi Bencana dalam SLG

Rabu, 12 Agustus 2026 18:52:34

Kendal- Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) Kabupaten Kendal Tahun 2026.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri acara Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) Kabupaten Kendal Tahun 2026 di Ruang Merak, Resort Tirto Arum Kendal, Rabu (12/8/2026).

 

Menurut Bupati Kendal, yang akrab disapa Mbak Tika, bahwa SLG menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan pemahaman mengenai potensi bencana, langkah kesiapsiagaan, serta tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi maupun tsunami. Kegiatan juga diisi dengan simulasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan menghadapi kondisi darurat.

 

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, edukasi dan simulasi menjadi langkah penting agar masyarakat dapat menghadapi potensi bencana dengan lebih tenang dan terarah.

 

"Kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami melalui edukasi, simulasi, dan penguatan sistem mitigasi bencana," ujar Mbak Tika.

 

Mbak Tika juga mengingatkan masyarakat, agar dapat memahami potensi gempa bumi tanpa disertai kepanikan. Pemerintah daerah akan terus memperkuat sistem mitigasi serta peringatan dini sebagai bagian dari perlindungan terhadap masyarakat.

 

 

"Keberhasilan mitigasi membutuhkan sinergi antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BMKG berperan dalam mendeteksi dan menyampaikan informasi peringatan dini, sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD menindaklanjutinya untuk melindungi masyarakat," ungkap Mbak Tika.

 

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Banjarnegara BMKG Hery Susanto Wibowo menyebut, SLG merupakan bentuk sinergi BMKG, Komisi V DPR RI, pemerintah daerah, BPBD, dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut diikuti 53 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, instansi terkait, dunia pendidikan, relawan kebencanaan, media, serta masyarakat.

 

"Untuk materi dalam acara tersebut yaitu kesiapsiagaan gempa bumi, potensi gempa bumi, serta simulasi gempa," kata Hery.

 

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kendal berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana semakin meningkat. Kolaborasi lintas sektor dari tingkat desa hingga kabupaten juga diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tanggap dan siap menghadapi bencana.

 

Diskominfo Kendal/Sandy


Indeks Berita