Berita Terkini


Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan di Kabupaten Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 19:11:52

Kendal- Kendal- Sektor pertanian di Kabupaten Kendal kembali mendapatkan dorongan strategis melalui pelaksanaan program Nature-Based Solution Agroforestry yang dilaksanakan di Desa Wonosari Kecamatan Pegandon, Rabu (29/7/2026).

Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, dunia usaha, komunitas petani, dan generasi muda untuk mewujudkan pertanian yang lebih produktif, inovatif, serta berkelanjutan.

Kegiatan kick-off meeting sekaligus penanaman bibit ini dihadiri, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan pada Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc. perwakilan manajemen PT. Syngenta Indonesia, perwakilan PT. Pupuk Indonesia, pimpinan umum duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan Nasional, Rayndra Syahdan Mahmudin

Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat, penurus Duta Petani Milenial Kawa Tengah dan Kabupaten Kendal, serta para petani di Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Duta Petani Melenial, Rayndra Syahdan menyampaikan, program kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menurunkan emisi karbon di Indonesia.

"Melalui program kolaborasi ini, kami memiliki target sampai tahun 2050 untuk menanam sekitar 350.000 hektar lahan secara nasional. Sedangkan di Kabupaten Kendal sendiri, kami sudah melakukan survei dan total area kerja seluas 1.100 hektar yang terdiri dari dua desa, yaitu Desa Wonosari Kecamatan Pegandon dan Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung," ujar Rayndra Syahdan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Desa Wonosari terdapat 711 hektar luas lahan, dan Desa Surokonto Wetan terdapat 211 Luas lahan yang akan ditanami buah-buahan, seperti alpukat, durian, kelengkeng, matoa, kopi, serta buah-buahan lain yang diminati masyarakat dan memiliki daya jual yang bagus.

"Rata-rata per satu hektar akan ditanam 100 sampai 150 pohon. Jadi, untuk 110 hektar diperkirakan sekitar 110.000 pohon total yang akan ditanam di Kabupaten Kendal," ungkap Ketua umum Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian RI.

Sebelumnya lahan di sini seluruhnya ditanam jagung, namun karena kawasan ini merupakan hutan sosial di mana pengelola berkewajiban menanam tanaman keras, penanaman jagung secara masif sering kali memicu risiko banjir dan tanah longsor, sehingga perlu perhatian khusus pada tanaman keras.

"Peran Duta Petani Milenial dalam kolaborasi ini, adalah menentukan lokasi lahan yang tepat. Kemudian melakukan pendampingan kepada petani selama masa program 4 tahun, yaitu pendampingan bibit, pupuk, dan HOK/Hari Orang Kerja selama 4 tahun, dan masih banyak lagi lainnya," terang Rayndra Syahdan.

Regional Sales Manager Seed Business PT Syngenta Indonesia, Winda Sukma dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kesempatan berkolaborasi dalam program ini. Ia menegaskan, bahwa kemajuan sektor pertanian tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh elemen masyarakat.

"Kemajuan sektor pertanian tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas petani, and generasi muda agar pertanian Indonesia semakin maju, produktif, dan berkelanjutan," ujar Winda Sukma.

Sebagai bentuk komitmen nyata, PT Syngenta Indonesia turut mendukung kegiatan ini melalui pemberian sampel benih jagung NK Perkasa Sakti kepada para peserta yang hadir. Benih unggul tersebut dikenal memiliki keunggulan mudah, murah, menguntungkan, serta tahan terhadap herbisida glifosat dan serangan ulat penggerak batang.

Sementara itu, mewakili Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Senior Manager Regional Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Jeff Narapati, menyoroti pentingnya langkah mitigasi perubahan iklim melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR).

Ia menjelaskan bahwa produksi pupuk menghasilkan emisi karbon yang berdampak langsung terhadap pergeseran iklim dan musim. Maka, sebagai bentuk tanggung jawab ekologis, PT Pupuk Indonesia berkomitmen menanam pohon seluas 365.000 hektare di seluruh Indonesia hingga tahun 2050.

Lebih lanjut Jeff Narapati menyampaikan, bahwa tahun 2026, target penanaman secara nasional dipatok seluas 4.100 hektare, dan Kabupaten Kendal terpilih sebagai titik kedua pelaksanaan di Jawa Tengah setelah Kabupaten Blora.

"Kami tidak hanya hadir memberikan bibit, tetapi juga melakukan pendampingan dan menggandeng rekan-rekan dari Duta Petani Milenial. Harapannya, pohon-pohon yang ditanam ini dapat tumbuh subur dan hasil produksinya kelak sepenuhnya menjadi milik masyarakat sekitar," ungkap Jeff Narapati.

Sementara itu, Bupati Kendal, Hj. Diah Kartika Permanasari, S.E., M.M., dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kementerian Pertanian, PT. Pupuk Indonesia, PT Syngenta, serta Duta Petani Milenial di wilayah Kabupaten Kendal.

Menurut Bupati Kendal, tantangan global seperti perubahan iklim, cuaca ekstrim, dan degradasi lahan harus dihadapi melalui pendekatan berbasis alam (nature-based solution).

"Pendekatan konvensional terkadang tidak lagi cukup untuk mengatasi kompleksitas masalah ekologis saat ini. Melalui solusi berbasis alam ini, kita berupaya memulihkan ekosistem sekaligus mendukung swasembada pangan di Kabupaten Kendal," tutur Bupati Kendal.


Ia berharap, berharap program penanaman bibit agroforestry berstandar luas 1.000 hektare dalam jangka satu tahun ini tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah erosi, tetapi juga secara nyata meningkatkan kesejahteraan para petani milenial dan masyarakat sekitar.

Dalam keterangannya, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan pada Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc menyampaikan, bahwa Indonesia sebagai produsen pupuk memiliki tanggung jawab besar dalam menurunkan emisi karbon global. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, target yang dicanangkan secara nasional mencapai 365.065 hektar. Lahan tersebut nantinya akan ditanami berbagai tanaman keras di kawasan perkebunan yang kondisinya masih memerlukan penghijauan.

"Ada tanaman penyangga dan tanaman keras, sehingga emisi yang mereka hasilkan nantinya bisa diserap kembali oleh pohon-pohon yang kita tanam," ujar Heru Tri Widarto.

Ia menambahkan, selain isu lingkungan, program ini juga erat kaitannya dengan inisiatif petani milenial. Pemerintah ingin menarik minat generasi muda agar lebih tertarik pada dunia pertanian guna menggantikan generasi sebelumnya yang menghadapi tantangan lebih keras.

"Dengan menggabungkan modernisasi pertanian serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), sektor pertanian diharapkan menjadi lebih mudah dan menarik bagi anak muda," ujar Heru Tri Widarto.

Di sisi lain, kata Heru pemerintah juga tengah menggalakkan peningkatan produktivitas untuk tujuh komoditas perkebunan utama, yakni kopi, kelapa, kakao, lada, pala, tebu, dan tembakau.

"Khusus untuk wilayah Jawa Tengah dan Kendal, program ini sangat memungkinkan untuk melibatkan para petani dalam pengembangan tanaman keras seperti kopi dan tebu, yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani serta memperkuat perekonomian nasional," tutur Heru Tri Widarto.

Acara kemudian dilanjutkan secara simbolis dengan penanaman bibit serentak sebagai tanda resmi dimulainya gerakan kepedulian lingkungan dan ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Kendal.

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita