Kendal- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal untuk mengevaluasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta meninjau persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (8/7/2026) di Sekolah SMP 2 Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.
Kunjungan tersebut disambut baik oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., pimpinan Balai Besar Bidang Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Ferinando Rad Bonay, serta para kepala Sekolah di Kabupaten Kendal.
Dalam kunjungannya, Fajar mengapresiasi kelancaran proses SPMB di Kendal yang berjalan kondusif sesuai aturan kementerian. Terkait masukan mengenai jalur domisili, pihaknya berkomitmen untuk meninjau kembali hal tersebut agar kedepannya pelaksanaan PPDB berjalan lebih baik.
Fajar juga menyampaikan terkait pentingnya pelaksanaan MPLS (masa pengenalan sekolah) bagi siswa baru, sehingga harus dilaksanakan sesuai dengan pedoman pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Ia berharap sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi siswa, di mana anak merasa dihargai dan nyaman di lingkungan barunya.
"Salah satu fokus utama MPLS tahun ini adalah penguatan karakter dan literasi digital. Kami ingin anak-anak SMP memiliki kemampuan literasi digital yang baik, agar bisa menangkal informasi yang salah, dan harus diajarkan etika (adab) di media sosial dan hanya mengakses konten yang aman," ujar Fajar.
Wamendikdasmen juga meninjau pemanfaatan Papan Interaksi Digital (PID) bantuan Presiden. Berdasarkan testimoni guru, perangkat tersebut terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa.
"Hal tersebut menunjukan, bahwa tujuan Bapak Presiden membagikan PID sudah tepat dan suksea. Pemerintah berencana menambah 2–3 unit PID untuk sekolah-sekolah dengan jumlah siswa banyak, termasuk SMP 2 Kaliwungu, sehingga akses materi pembelajaran yang berkualitas dapat dirasakan anak-anak di sekolah," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, terkait dengan kekurangan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Kendal, Fajar menyoroti tantangan besar dalam pemenuhan guru di Indonesia. Secara nasional, Indonesia saat ini kekurangan sekitar 561.000 guru, mengingat setiap tahun ada 60.000–70.000 guru yang memasuki masa pensiun.
Pihaknya juga menerangkan, saat ini sedang menyusun strategi besar (grand strategy) untuk mengatasi masalah ini, termasuk melalui revisi undang-undang terkait.
"Jika tidak disiapkan dari sekarang, kita akan menghadapi kekurangan guru yang sangat besar pada tahun 2030. Targetnya, pada tahun 2027 kita sudah memiliki model yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan guru secara nasional," tutup Fajar.
Sementara itu, Bupati Kendal, Hj. Kartika Permanasari menyampaikan, pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di wilayahnya berjalan dengan efektif. Hal ini disampaikan Bupati usai melakukan diskusi mendalam bersama Wakil Menteri Pendidikan, Fajar Riza, terkait kondisi dan tantangan pendidikan di Kabupaten Kendal.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi sekolah-sekolah di Kendal, mulai kekurangan kepala sekolah, guru, pembangunan sekolah, dan relokasi sekolah di Kabupaten Kendal.
Menurut Bupati Kendal, diskusi tersebut membuahkan sejumlah solusi konkret yang diharapkan dapat segera memperbaiki fasilitas pendidikan bagi para siswa, dan persoalan kekurangan kepala sekolah dan guru di Kabupaten Kendal.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian Bupati adalah kondisi SD Negeri Cepiring. Mengingat kondisi bangunan yang sudah tidak memadai, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan baru untuk proses relokasi.
Bupati Dyah Kartika berharap, Pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan relokasi gedung sekolah SD Cepiring dan penambahan sarana pendidikan di wilayah Kaliwungu. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi kebutuhan siswa melalui pembangunan cabang sekolah atau kelas jauh dengan kapasitas empat kelas.
"Alhamdulillah, melalui diskusi ini ada beberapa solusi terkait penanganan kondisi sekolah-sekolah di Kabupaten Kendal. Kami berharap dukungan ini dapat segera terealisasi demi kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar siswa," ujar Bupati Dyah Kartika.
Bupati Kendal menambahkan, dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sarana dan prasarana pendidikan di wilayah Kabupaten Kendal akan semakin baik, sehingga mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi penerus di Kendal.
Diskominfo Kendal/Heri