Berita Terkini


Pemkab Kendal Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026

Selasa, 23 Juni 2026 14:40:34

Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) menggelar rapat koordinasi percepatan penurunan stunting Kabupaten Kendal tahun 2026, Selasa (23/6/2026) di gedung Ngesti Widhi Setda Kendal.

 

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kendal, dan diikuti perangkat daerah Kendal, instansi vertikal, perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal. 

 

Dalam laporannya, Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan menyampaikan, bahwa Rakor Percepatan Penurunan Stunting tersebut adalah untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dam kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kendal. 

 

"Selain itu, juga untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting, dan menyampaikan perkembangan capaian percepatan penurunan stunting, serta memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya generasi Kabupaten Kendal yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas," terang Albertus Hendri.

 

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kendal, H. Benny Karnadi menegaskan, bahwa percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas bersama karena stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kualitas sumber daya manusia, kemampuan belajar, produktivitas, dan daya saing generasi mendatang.

 

Wabup menambahkan, berdasarkan data e-PPBGM bulan April 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Kendal masih mencapai 12,15 persen, sehingga diperlukan upaya yang lebih optimal dan terarah untuk mempercepat penurunannya.

 

"Penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan harus melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, kader, dan stakeholder melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat, agar stunting di Kendal penurunanya bisa bisa lebih optimal," tutur Wabup Kendal.

 

Wabup Benny Karnadi juga mengatakan, berbagai intervensi yang dilakukan harus berjalan secara terintegrasi, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan sanitasi dan akses air minum layak, hingga penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

 

Dalam kesempatan itu, Wabup Kendal mengajak seluruh pihak untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta memperkuat koordinasi dan pemanfaatan data, agar seluruh program benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan generasi Kabupaten Kendal yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing melalui percepatan penurunan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan.

 

Acara dilanjutkan dengan diskusi antar stakeholder untuk penyusunan strategi optimalisasi penurunan stunting di Kabupaten Kendal.

 

Diskominfo Kendal/Heri


Indeks Berita