Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal bersama tokoh agama dan masyarakat Kendal sahur bersama Dr. (CH) Hj. Shinta Nuriyah Andurrahman Wahid di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Senin (23/2/2025).
Acara dihadiri bupati dan wakil bupati Kendal, Forkopimda Kendal, Pj. Sekda Kendal, Ketua PCNU, FKUB, dan organisasi keagamaan lainnya, serta diikuti oleh ratusan masyarakat Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari mengucapkan terima kasih atas kehadiran Nyai Hj. Shinta Nuriyah Andurrahman Wahid, sekaligus untuk berbagi ilmu kepada segenap jajaran pemerintah dan masyarakat Kendal.
"Nyai Hj. Shinta ini dalam menyapa umat sangat luar biasa, istiqomah dalam menebarkan kasih sayang dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga menjadi teladan bagi kita bersama," tutur Bupati Kendal.
Ia juga menyampaikan, bahwa acara saur bersama ini bukan sekedar makan bersama saja, namun ini sebagai wujud kebersamaan, dan cinta kasih kepada sesama dalam suasana penuh makna dan sederhana dalam merajut harapan kehidupan yang lebih baik.
"Melalui sahur bersama dan dengan kehadiran Nyai Hj. Shinta akan membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, sehingga senantiasa di bulan Ramadan ini akan menambah iman dan takwa kepada Allah SWT," tutur Bupati Kendal.
Sementara itu, Nyai Hj. Shinta Nuriyah mengatakan, baru pertama kali hadir di Kabupaten Kendal dalam acara sahur bersama. Ia juga mengucap syukur alhamdulillah karena bisa bersama-sama bersilaturahim sekaligus sahur bersama di bulan suci ramadan dengan jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kendal.
Menurut Hj. Shinta, dalam melaksanakan ibadah puasa itu harus ada niat, jujur dan tidak boleh berbohong. "Bulan puasa mengajarkan kita untuk berakhlak dan berbudi pekerti yang luhur, karena harus jujur, sabar, tawakal, saling menghargai satu sama lain, dan melakukan hal-hal baik lainnya, sehingga harapannya itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari" tuturnya.
Pihaknya juga menerangkan tentang pentingnya nilai-nilai persatuan, walaupun berbeda agama, beda suku, dan beda bahasa, namun semuanya tinggal di Tanah Air Indonesia, sehingga harus tetap bersatu untuk tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Hj. Shinta yang juga istri dari ulama besar Indonesia Almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) mengakhiri mauidhah hasanahnya dengan membacakan syair Abu Nawas secara bersama-sama.
Dalam acara tersebut Nyai Hj. Shinta bersama Bupati dan Wakil Bupati Kendal dan semua yang hadir melakukan sahur bersama-sama, dan dilanjutkan penyerahan bantuan sembako kepada warga Kendal yang kurang mampu.
Diskominfo Kendal/Heri