Berita Terkini


Mitigasi Dampak Longsor, Bupati Kendal Fokus Amankan Aliran Sungai

Kamis, 05 Februari 2026 19:22:28

Kendal – Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari meninjau langsung lokasi longsor di lereng Gunung Prau, Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kamis (5/2/2026), guna memastikan langkah mitigasi bencana berjalan optimal, khususnya untuk mengamankan aliran sungai agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat.

Bupati Kendal mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif warga yang melaporkan adanya longsor di kawasan tersebut.

“Kegiatan hari ini, merupakan langkah mitigasi bencana karena terkait adanya longsor lereng Gunung Prau,” ujar Dyah Kartika Permanasari.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan darurat melalui kerja bakti bersama.

“Kemudian kami berkoordinasi, ini ada kerja bakti dengan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan masyarakat,” kata Bupati Dyah Kartika Permanasari.

Menurut Bupati, lokasi longsor berada cukup jauh dari permukiman warga dan terjadi di alur sungai. Namun demikian, kondisi tersebut tetap berpotensi menimbulkan bahaya jika tidak segera ditangani.

“Sebetulnya longsornya itu tidak ada pemukiman, jauh dari pemukiman, tetapi itu longsor di sungai,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan banyak pohon besar tumbang dan berpotensi menyumbat aliran air.

“Kami tadi melihat langsung itu ada pohon-pohon yang besar, apabila tidak dibersihkan nanti akan membendung air,” jelas Bupati.

Apalagi, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir dikhawatirkan dapat menyebabkan luapan air ke wilayah bawah. “Kalau musim hujan, luapannya ini akhirnya juga bisa ke bawah dampaknya ke masyarakat,” lanjut Bupati.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sejumlah warga Dusun Dawan, Desa Genting Gunung, sempat mengungsi akibat debit air sungai yang meningkat tajam.

“Ada beberapa warga di Dusun Dawan sudah mengungsi karena debit airnya sangat luar biasa,” katanya.

Bupati menegaskan, pohon-pohon yang menyebabkan longsor merupakan pohon tua dan tumbang alami, bukan akibat penebangan liar.

Sementara itu, Penjabat Sekda Kendal Agus Dwi Lestari mengatakan pembersihan material longsor difokuskan pada pemulihan aliran sungai.

“Kami membersihkan material dan bekas pohon-pohon yang tumbang yang menutupi sungai agar aliran sungai bisa lancar,” ujar Pj. Sekda Kendal.

Agus menambahkan, aliran air yang tersumbat berpotensi memicu banjir bandang serta mengganggu sumber air bersih warga, karena pipa perpipaan dilaporkan putus.

Kepala Desa Genting Gunung, Rudi Darmawan menjelaskan, longsor terjadi sekitar sepekan lalu di kawasan hutan lindung tanpa aktivitas manusia.

“Ini murni hutan lindung, tapi karena faktor hujan yang terlalu lama dan intensitas terlalu deras maka terjadi longsor,” ujar Rudi Darmawan.

Ia juga mengucapakan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal yang sangat perhatian, dan hadirnya Bupati Kendal menambah semangat warga membersihkan longsoran tanah disekitaran sungai.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kendal juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Gentinggunung.

Diskominfo Kendal/Sandy


Indeks Berita