Berita Terkini


Jadi Narasumber di Metro TV, Bupati Kendal : Investasi di Kendal Meningkat

Rabu, 09 November 2022 10:46:04

Jakarta- Bupati Dico M. Ganinduto, B.Sc sampaikan, walau dalam kondisi pandemi Covid-19, dan isu adanya resesi global di tahun 2023, investasi di Kabupaten Kendal malah mengalami peningkatan, baik di bidang industri maupun pariwisata.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kendal saat menjadi narasumber dalam Bupati dalam live program Econimic Challenges Tuan Rumah di Metro TV, Selasa malam (08/11/2022).

"Industri yang ada di Kabupaten Kendal sumbernya ada dua investor, yaitu dari dalam dan dari luar negeri, yang mana sekarang tenantnya sudah bertambah banyak. Pastinya ini sudah didukung dengan utility yang sudah memadai di Kabupaten Kendal, sehingga diharapkan akan terus meningkat akhir tahun 2022 hingga 2023 mendatang," tutur Bupati Dico.

Menurut Bupati Kendal, Kabupaten Kendal secara geografis letaknya sangat strategis, memiliki infrastruktur yang sangat mendukung sekali, ada akses jalan tol, akses jalan ke Kawasan Industri juga sudah bagus. Kemudian untuk Kawasan Industri Kendal lahan peruntukannya ada 5000 hektar, yang 2200 hektarnya untuk Kawasan Ekonomi Khusus.

"Selain itu, Kendal sudah memiliki Mall Pelayanan Publik Satu Atap, jadi untuk perizinan bagi para investor kita berikan kemudahan dan stimulus bagi para pelaku usaha. Kalau saya melihat utility Jawa Tengah, khususnya Kendal sekarang sudah cukup memadai, seperti listrik, air baku, dan energi gas sudah mulai dibangun dari Semarang - Batang dan nantinya akan masuk ke Kawasan Industri," ungkap Bupati Kendal.

Bupati Kendal juga menerangkan, bahwa salah satu iklim investasi itu adalah Sumber Daya Manausia (SDM), jadi Pemerintah Kabupaten Kendal melalui dinas terkait telah fokus menyiapkan tenaga kerja asli Kendal untuk bekerja di perusahaan-perusahaan KIK, sebagai upaya untuk menumbuhkan ekonomi dan mendapatkan Multiplier effect berdirinya kawasan Industri di Kendal.

Disisi lain, Bupati Dico mengatakan, bahwa Jawa Tengah khsusnya Kendal ini adalah pintunya Industri, jadi yang butuhkan untuk melompat ke pintu pintu keluar atau akses yang sampai saat ini masih terkendala, yaitu belum memiliki pelabuhan yang memadai, mengingat KIK produk orientasinya 70 persen adalah ekspor.

"Dari 70 persen ini mungkin mereka harus ekpor melalui Tanjung Priuk dan Tanjung Perak. Ini adalah isu yang menarik jika Industri di Jawa Tengah ingin lebih cepat maju lagi. Kami dari Kabupaten Kendal membutuhkan pelabuhan yang memadai untuk ekspor ke luar negeri, sehingga kami menunggu kebijakan-kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait dengan pembangunan pelabuhan yang memadai tersebut," kata Bupati Dico.

Dalam acara itu, juga hadir 3 narasumber lainnya, seperti Deputi Bidang Perencanaan Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Indra Darmawan, Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer KIK, Stanley Ang, dan Ekomom LPEM FEB UI, Teuku Riefky.

Diskominfo/HR


Indeks Berita