Berita Terkini


Tradisi Weh-Wehan Wujud Kecintaan Terhadap Rasullah Muhammad SAW

Jumat, 07 Oktober 2022 23:54:29

Kendal - Tradisi Weh-wehan atau saling berbagi makanan yang dilakukan oleh masyarakat Kaliwungu, Kabupaten Kendal dilaksanakan setiap tanggal 12 Robihul Awal yang merupakan waktu lahirnya Nabi Muhammad SAW.

"Ini merupakan tradisi warisan para Ulama Kaliwungu dan  masyarakat Kaliwungu, sebagai ekspresi kegembiraan umat Islam terhadap lahirnya seorang Rasul yang merupakan pemimpin dunia. Diceritakan dan diinformasikan bahwa kehadiran Rasulullah Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk memberikan kabar baik bagi mereka yang taat dan kabar buruk bagi mereka yang tidak baik dan diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam," tutur KH. Asroi Tohir selaku tokoh masyarakat Kaliwungu.

Lebih lanjut, KH. mengatakan, maka dengan ekspresi rasa syukur atas kehadiran Rasulullah yang membawa rahmat itulah kebahagiaan masyarakat Kaliwungu diwujudkannya dengan saling berbagi, yang mana dikenal dengan nama weh-wehan.

"Dalam tradisi ini, selain saling memberi beraneka ragam jajanan, juga terdapat makan khas Kaliwungu yaitu sumpil. Makanan khas Kaliwungu ini memiliki bentuk 3 sisi, seperti Islam yang memiliki 3 sisi, yaitu pertama adalah keyakinan, syariat dan akhlak yang harus menyatu," tambah KH. Asroi Tohir yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Kendal saat ditemui di rumahnya, Jumat sore (7/10/2022).

Menurut KH. Asroi pada tradisi ini dimeriahkan dengan teng-tengan atau lampu lampion warna warni yang dipajang di depan rumah warga masing-masing, sebagai simbol bahwa lahirnya Rasullah Muhammad SAW sebagai cahaya yang memerangi dunia, memerangi zaman jahiliah menuju zaman islamiyah atau dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang. Selain itu, disetiap mushola dan masjid dilantunkan bacaan maulid   

Ia juga mengungkapkan, bahwa tradisi ini juga mempunyai nilai pendidikan, mendidik anak untuk mencintai Rasulullah karena mengetahui nilai sejarahnya, kapan tanggal dan bulan lahirnya, sehingga memberikan penguatan ingatan kepada anak-anak kepada tokoh dunia, yaitu Nabi Muhammad yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan secara sempurna sebagai nabi terakhir yang harus selalu diingat oleh seluruh umatnya dari generasi ke generasi selanjutnya.

"Tradisi yang baik ini diharapkan akan terus ada dari generasi ke generasi berikutnya, karena mencintai Rasulullah Muhammad SAW adalah keharusan bagi umat Islam," harap KH. Asroi Tohir.

Sementara itu, Camat Kaliwungu, Nung Tubeno mengatakan, bahwa tradisi weh-wehan ini harus terus dilestarikan karena memiliki nailai-nilai yang baik dan menjaga kerukunan antar warga.

Ia juga mengatakan, untuk menyemarakkan hari lahirnya Rasullah Muhammad SAW, Pemerintah Kecamatan Kaliwungu bersama Yayasan Almutaqin Kaliwungu akan menggelar festival Maulid Nabi yang diisi dengan lomba-lomba, seperti lomba weh-wehan, teng-tengan, kaligrafi, lomba mewarnai, lomba rebana, dan lomba fashion show yang akan digelar pada tanggal 15-16 Oktober 2022 di halaman Masjid Almuttaqin Kaliwungu. 

Diskominfo/HR


Indeks Berita