Berita Terkini


82 Pelaku UMKM Kendal Menerima Bantuan CSR Minyak Goreng

Jumat, 29 April 2022 14:01:45

Kendal – Pemerintah Kabupaten Kendal menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak Bank Jateng berupa bantua Minyak Goreng yang diperuntukan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Jumat (29/4/2022).

Pemberian bantuan kemasan minyak goreng dilakukan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, dengan total penerima sebanyak 82 pelaku UMKM yang mendapat kemasan minyak goreng.

Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Suko Hariyadi mengatakan, bahwa CSR yang diberikan merupakan dukungan dalam membantu menggerakan roda perekonomian di Kabupaten Kendal, termasuk dalam mensukseskan program pemerintah yang salalu memperhatikan UMKM.

“Kita berupaya ikut memperhatikan dan mendukung program pemerintah salah satunya adalah mendukung UMKM Kendal, maka dari itu kami melalui CSR ini membagikan kemasan minyak goreng kepada pelaku usaha dengan total per pelaku usaha mendapat 8 liter minyak goreng,” jelas SUko Hariyadi.

Penyerahan kepada Pemkab Kendal diterima langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Ferinando Rad Bonay menyampaikan pesan dari Bupati Kendal, bahwa pemerintah akan selalu memperhatikan pelaku UMKM dan mensuport guna melakukan pengembangan produk.

Sementara terkait bantuan minyak goreng yang didapat, merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah dengan pihak Bank Jateng, diharapkan dengan adanya bantuan yang diterima kepada para pelaku usaha dapat sedikit meringankan beban kebutuhan dan mampu menggerakan kembali roda perekonomian.

Ferinando Rad Bonay turut menyampaikan, bahwa harga minyak goreng memang tergolong tinggi bahkan sampai saat ini, diketahui untuk harga minya goreng curah pada umumnya adalah diharga Rp. 15.500 sudah masuk subsidi, namun terdapat temuan dilapangan berbeda.

“Sebenarnya minyak goreng curah itu Rp. 15.500, tapi kita mendapat lapora dipasaran mencapai Rp. 22.000, kita lakukan cek dan memang harga menjadi tinggi. Pihak penjual mengatakan itu karena harga beli sudah mahal, dari kita saat ini ada tim satgas pangan dari Polres yang sudah mengusut dan mencari dari mana minyak ini bisa mahal, jadi semua sudah diserahkan dan ada pihak yang mengusutnya,” jelas Ferinando Rad Bonay.

Salah satu pelaku UMKM Siti Akhidah, menyatakan sangat terbantu dengan  bantuan minyak goreng ini. Sebelumnya dia kesulitan membeli minyak goreng untuk kebutuhan produksi jajanan berupa onde-onde.

(Diskominfo/AK)


Indeks Berita