Kendal- Bupati Kendal Dico Ganinduto, B.Sc di dampingi Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, Kun Cahyadi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Msayarakat dan Desa Wahyu Hidayat mengunjungi pelatihan ketrampilan mengayam yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Balai Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Minggu (21/03/2021).
Bupati Kendal juga didampingi oleh sang istri yaitu Wynne Frederica Dico yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kendal sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Kendal, dan turut hadir para Kepala Desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan, serta pendamping dari PLUT Kendal.
Dalam kegiatan itu Bupati Kendal Dico Ganinduto mengatakan, baru pertama kali mengunjungi pengrajin anyaman yang ada di Desa Protomulyo. “Baru pertama ini saya mengunjungi pengrajin anyaman di Desa Protomulyo yang di kelola oleh Bumdes. Saya melihat hasilnya ini sangat baik sekali dan kualitas ekspor, sehingga ini perlu adanya pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kendal, agar dapat menjadi salah satu produk unggulan dari Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Menurut Bupati Dico, dirinya telah membicarakan hal ini kepada stake holder terkait untuk bisa berkolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan banyak melibatkan masyarakat sekitar, dengan harapan dapat menjadi produk yang membanggakan bagi Kendal kedepannya.
Sementara itu, Ketua BUMDES Mulyo Mandiri Desa Protomulyo Misbakhun menjelaskan, pelatihan ini adalah kerjasama antara Pemerintah Desa Protomulyo dengan pihak PT. Inizio Kaliwungu yang bergerak dalam bembuatan anyaman seperti tempat lampu, kursi, meja, tas, topi, dan masih banyak lagi lainnya dengan mengunakan bahan baku seperti rotan, alumunium, dan plastik sintetis.
“Pada pelatihan periode pertama diikuti oleh 25 orang laki-laki dan perempuan, kemuadian setelah mereka sudah bisa membuatnya, selanjutnya produksi akan dilakukan di rumah peserta masing-masing yang sudah difasilitasi dengan alatnya. Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan ekonomi tambahan dengan membuat produk anyaman ini,” jelas Misbakhun.
(Diskominfo/HR)