Kendal – Pemerintah Kabupaten Kendal bersama PT. Industri Gula Nusantara (IGN) Kendal melaksanakan giat operasi pasar di Kecamatan Sukorejo, operasi pasar yang berlangsung menjual kebutuhan gula pasir dengan harga Rp. 12.500/Kilogram.
Bupati Kendal dr.Mirna Annisa, M.Si mengatakan bahwa saat ini beredar jika harga gula pasir terbilang tinggi mencapai Rp. 17.000 hingga Rp. 18.000, dengan adanya operasi pasar yang dilakukan memberikan kepastian jika saat ini pemerintah berusaha untuk menstabilkan harga.
“Kita bekerjasama dengan PT. IGN dengan melakukan operasi pasar ini tujuan nya tentu untuk menstabilkan harga gula, setidaknya PT.IGN telah menyiapkan stock hingga 30 ton dengan hitungan per kecamatan mendapat jatah 1,5 ton,” jelas Mirna Annisa, Rabu (6/5/2020).
Proses pembelian gula pada operasi pasar yang digelar di Kecamatan Sukorejo tetap mengedepankan physical distancingdengan mengatur urutan warga yang mengantri. Adapun Mirna Annisa turut melakukan pemantauan harga di dua pasar besar yang ada di Kendal, diantaranya pasar Sukorejo dan pasar Weleri.
Sementara pada pengecekan harga di pasar, kenaikan harga terpantau terjadi dibeberapa komoditi seperti daging, bawang merah dan cabai. Adapun Mirna Annisa menyatakan jika kenaikan yang terjadi masih belum terlalu tinggi berbeda dengan harga gula pasir yang sempat tinggi.
“Kenaikan harga tadi benar untuk daging seperti ayam dan harga itu masih di batas wajar ya karena memang mendekati lebaran ditambah musim pandemi seperti ini, namun untuk gula memang yang terbilang cukup tinggi maka kami adakan operasi pasar,” terang Bupati Kendal.
Salah satu pedagang Maesaroh mengatakan jika harga gula pasir yang dijual memiliki harga variatif tergantung dengan kualitas gula, yaitu mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 17.000/Kilogramnya “Kalau sekarang yang bagus dijual Rp 17.000 perkilogram, sedangkan yang kualitas biasa sudah turun sekarang dijual Rp 13.000 perkilogramnya,” kata Sri Maesaroh, pedagang di Pasar Weleri.
Sedangkan pada pemantauan di pasar, Bupati Kendal turut membagikan masker kepada warga yang belum mengenakan masker sekaligus memberikan edukasi jika pada musim pandemic covid-19 setiap warga yang hendak keluar wajib mengenakan masker sekaligus menjaga jarak.(Kominfo/AK)