Kendal- Antisipasi kedatangan para pemudik tahun 2020 ditengah-tengah pandemi Covid-19, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah telah menyiapkan ruang isolasi atau tempat karantina bagi para pemudik atau seseorang yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Carik Desa Meteseh, Rohani menjelasakan bahwa dari pertama ada surat edaran Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., pihaknya segera berkoodinasi dengan jajaran Forkopimcam Boja, jajaran desa hingga tokoh masyarakat. “ Kami dari Pemerintah Desa Meteseh langsung melakukan koordinasi dengan Forkopimcam ada Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat. Kemudian langsung bergerak melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 disemua dusun," ujarnya pada Selasa pagi (14/04/2020) di Balai Desa Meteseh.
"Selanjutnya hari kedua, kami melakukan penyemprotan Disinfektan di rumah-rumah warga, juga memberikan hand sanitizer dan masker kepada seluruh warga dan membuatkan tempat cuci tangan untuk warga. Selanjutnya untuk mengantisipasi pemudik tahun 2020 ini, tim tanggap desa meminta data lengkap biografi semua pemudik yang nantinya akan kita serahkan kepada bidan desa," tambah Sekdes Meteseh itu.
Ia juga menyampaikan, bahwah Pemerintah Desa Meteseh telah menyiapkan tempat karantina bagi para pemudik. “Kami menyiapkan tempat untuk karantina bagi para pemudik. Sementara ini baru 2 kamar tidur, 1 ruangan periksa, dan dapur. Namun untuk mengantisipasi jika jumlahnya banyak, kami akan menggunakan gedung serbaguna yang nantinya akan diskat dan diberi bed," ungkapnya.
Terkait dengan persiapan tempat karantina desa, Bidan Desa Meteseh, Erix Susilowati selaku tim tanggap desa mengatakan, tempat karantina memfungsikan tempat Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) yang berada persis dibelakang balai desa, dan saat ini sudah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) berserta dengan perlengkapan lainnya.
“Jika mereka yang dikarantina, baik karantina mandiri maupun di karantina oleh desa membutuhkan sesuatu atau membutuhkan bantuan, bisa langsung menghubungi kami para petugas. Apabila pasien merasa sakit, saya dan tim kesehatan Puskesmas akan segera memeriksa untuk laborat, jika memang mengarah ke Covid-19 akan segera kami rujuk ke Rumah Sakit Daerah untuk mendapatkan penanganan selanjutnya," tutur Erix .
(Diskominfo/HR)