Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar acra Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2020, Sabtu (14/03/2020) bertempat di Pendopo Bahurekso Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti oleh oleh 1350 orang, yang terdiri dari pimpinan Ormas Keagamaan di Kabupaten Kendal, Panitia Pilkades Serentak 2020, Forkopimcam, PJ. Kades P2KD, Ketua BPD, dan Calon Kepala Desa se-Kabupaten Kendal
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., Sekda Kendal, H. Moh. Toha, S.T., M.Si., Asisten Pemerintahan Sekda Kendal Winarno, S.H., M.M., Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, Kapolres Kendal, Ali Wardana, Dandim Kendal, Ginda Muhammad Ginanjar
Dalam laporannya Kepala Kesbangpol Kendal, Marwoto, S.E menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakan kegitan ini adalah untuk menyamakan visi dan misi, persepsi kesatuan langkah dalam mewujudkan stabilitas di wilayah Kabupaten Kendal, dan bertujuan terciptanya stabilitas daerah yang kondusif, suksesnya pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Kendal tahun 2020 yang aman dan damai di Kabupaten Kendal.
“Hasil yang diharapkan adalah terbangunnya kesepahaman, kesamaan dan keterpaduan, visi, misi dalam rangka menjaga stabilitas yang kondusif, dan terciptanya koordinasi konsololidasi serta hubungan yang sinergis, serta suksesnya pelaksanaan Pikades serentak pada tahun 2020 di Kabupaten Kendal yang aman dan damai,” tambah Marwoto.
Dalam paparannya, Sekda Kendal menyampaikan bahwa Tonggak sejarah karena baru kali ini ada Pilkades yang dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Kendal. “Pikades kali ini adalah tonggak sejarah di Kabupaten Kendal, karena dilaksanakan secara serentak pada tahun 2020 dengan jumlah yang besar yaitu 199 desa,” ujrnya.
“Dari 199 desa di Kabupaten Kendal yang ikut dalam pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020, ada 637 orang peserta yang mendaftarkan diri sebagai calon Kades. Semoga Pilkades yang kita laksanakan akan berjalan dengan sukses , yang didasari jujur yang adil, dan tidak ada hal-hal yang negatif, dan marilah kita bergandengan tangan bersama sehingga deklarasi damai ini akan berjalan dengan baik,” ajak Sekda Kendal tersebut.
Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun dalam paparannya memyampaikan, "saya berharap duduknya panjengan di sini sebagai simbol yang mempunyai cita-cita membangun desanya masing-masing untuk lebih baik, karena saya yakin panjengan semua tahu persis potensi desa yang ada. Terkait siapa yang menang dan kalah itu soal biasa namun nanti siapapun yang terpilih, haruslah mengajak mereka yang kalah berjabat tangan untuk membangun desa bersama yang lebih baik," ujarnya.
Dandim Kendal, Muhammad Ginda Ginanjar juga menyampaikan bahwa dirinya yakin Pilkades di Kabupaten Kendal akan berjalan dengan lancar, karena melihat kehadiran Bapak dan Ibu peserta dan panitia Pilkades pada acara deklarasi damai, ia menilai semuanya meiliki niatan yang baik sehingga pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2020 di Kabupaten Kendal dapat berjalan dengan aman.
“Perlu kita ketahui bahwa Pilkades di Kabupaten Kendal menjadi sorotan ditingkat nasional, maka dari itu, harapannya mari sukseskan Pilkades serentak tahun 2020 ini agar nantinya akan menjadi sorotan yang baik dan Positif,” tambah Dandim Kendal.
Kapolres Kendal, Ali Wardana sebelum memaparkan materi, ia meminta para calon Kades untuk berjabat dan bergandengan tangan yang satu dengan yang lainnya sebagai tanda bahwa sebenarnya adalah satu kesatuan yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Ia menyampaikan, niatan deklarasi damai ini adalah niat dalam hati bukan karena suatu apapun. “kehadiran di sini kita niatkan untuk menjadi pemimpin yang baik bagi desanya masing-masing,” katanya.
Panitia Pelaksana Pilkades Tahun 2020, Winarno dalam acara itu mengatakan, tahap pertama sudah dilalui, pihaknya mengingatkan kepada panitia P2KD bahwa suksesnya Pilkades ada 4 yaitu kehadiran panitia yang harus secara cermat dapat menyiapkan administrasinya, sesuai dengan Peraturan dan tata tertib yang ada. Kedua, kesuksesan Pilkades harus ada pemilihnya. Ketiga kesuksesan ada calonnya, dan yang terakhir adalah keamanan karena aman merupakan hal yang sangat berharga. Maka dari Itu, ia meminta kepada masing-masing calon dapat mengendalikan pendukungnya sehingga akan tercipta kemanan dalam pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2020.
Sementar itu , Bupati Mirna dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa suatu proses yang tidak bisa dihindari adalah pemilihan kepala, baik tingkat pusat, provinsi, daerah, sampai kepala desa. Terkadang para peserta kompetisi merasa emosional dan sensitif, merasa di jelekkan oleh lawan padahal tidak, sebenarnya hal tersebut menurut bupati lahir dari pola pikir diri sendiri.
“Setiap Pelaksanaan Pilkades tidak akan ada intervensi dari siapapun, saya ingin memaksimalkan demokrasi ini berjalan dengan baik, dengan demikian kami akan berkoordinasi dengan Dandim dan Polres Kendal untuk menciptakan situasi kondisi yang aman dan damai, kita lihat kembali isu Pipres pada tahun lalu terkait dengan teror pembakaran, namun alhamdulillah kita bisa melewatinya dengan baik-baik saja,” tutur Bupati Mirna Annisa.
Menurut Bupati Mirna, sejatinya ketulusan lahirnya dari perjuangan, kalau ingin memajukan Kabupaten Kendal jangan sampai ada muncul keributan."Saya berharap tidak ingin konflik sekecil apapun, dan hindarilah konflik sekecil apapun, dan jangan lupa berkoordinasi dengan baik kepada Polsek dan Koramil setempat. Saya berharap Kabupaten Kendal akan selalu menjadi kabupaten yang aman kondusif dan damai,” harapnya.
Acara diakhiri dengan pembacaan deklarasi damai oleh perwakilan tokoh agama, calon Kades, dan Forkopimcam, kemudian dilanjut dengan penandatanganan deklarasi damai oleh perwakilan Kades, tokoh agama, Forkopimcam, panitia Pilkades serentak, Forkopimda dan Bupati Kendal.
(Diskominfo/HR)