Kendal- Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) menyelenggarakan lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) masyarakat tahun 2020, yang saat ini telah memasuki tahap presentasi, Selasa (25/02/2020) bertempat di ruang rapat 1A Baperlitbang Kendal, Jawa Tengah.
Hadir sebagai dewan juri pada acara tersebut, Bapak Ganapati Sjastri Satyani selaku Dewan Riset Daerah Kabupaten Kendal, Marjoko, S.T., MBA., M.Sc., dari Kadin Jateng, dan Hella Ayu Setyanida dari Technopreneur Kendal.
Dalam sambutannya, Subbid Pengembangan dan Inovasi Bidang Penelitian dan Pengembangan Baperlitbang Kendal, Dona Arista Windraswari, S.Kom, M.Si mengatakan, pemaparan ini diikuti oleh 10 nominator berdasarkan pengumuman Kepala Baperlitbang nomor 050/298/2020 tentang hasil seleksi administrasi dan verifikasi proposal temuan dan inovasi pada lomba Krenova Kabupaten Kendal Tahun 2020.
Adapun nominator yang ikut memaparkan kegitan ini, pertama, yaitu Putri Mardiana dan Ela Zuyinatul Imam dari lembaga SMAN 1 Cepiring dengan inovasi pemanfaatan taman glentang dan kulit biji matahari sebagai kulit biji olahan baru unblabla shampo. Kedua, Nabila Paramita S dan Rahmanida Ulhaq A dari SMAN I Cepiring dengan inovasi pemurnian limbah minyak jelantah (Waste Cooking Oil) dengan menggunakan kulit pirang dan arang aktif sebagai media pembuatan sabun cuci piring ekonomis . Ketiga, Mega Ayu W dan Yuniar Dewi dari Desa Montongsari, Kecamatan Weleri dengan inovasi batu bata dab paving serca (Serbuk Kaca). Keempat, Lutvi Aulia, Diah Dewi Aryani dan Aulia Deby S dari SMAN 1 Kaliwungu dengan inovasi Elade (Eceng Gondok, Lamtoro dan Kedelai) yaitu inovasi pakan buatan untuk mencegah parasit helminthiassis pada ikan lele (Clarias sp).
"Kelima, Raya Nirwanawati, Sefrida Ayu L, Shinta Muhadiva A, Dian Putri A dan Karisma Septiana dari SMAN Kaliwungu dengan Inovasi minuman herbal yang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan antioksidan Sebagai Penangkal Radiasi Bebas. Keenam, Dra. Kami H, Viesta Putri, Lis N dan Rahma Fitri A dari SMAN 1 Boja dengan inovasi wedang dongkel minuman segar dan menyehatkan. Ketujuh, Almana Hithah I dan Ananda Dewi A dari SMAN I Cepiring dengan inovasi pestisida organik campuran dari daun pepaya (Carica Papaya) alium aativum dan nicotiana tobicum. Kedelapan, Hardiat Dani Satria dari Desa Tanjung Mojo Kecamatan Kangkung dengan inovasi pusat informasi dunia kerja integrasif di Kabupaten Kendal (Swadaya27.Com). Kesembilan, Fahrurazi dari Kendal dengan inovasi Weaption Oil : hidrodestilasi serai wangi, kulit jeruk, jahe dengan negarin sebagai upaya pencegahan pelapukan bantuan candi pada situs cagar budaya. Terakhir yaitu Arif Nastain dari Desa Kebumen Kecamatan Sukorejo dengan inovasi Bambu Drip (Saringan Kopi Dari Bambu)," terang Dona.
Dikatakan oleh Bapak Ganapati usai pemaparan dari seluruh nominator, bahwa minat masyarakat Kendal membuat kreasi dan inovasi cukup tinggi. "Minat masyarakat cukup tinggi, namun pada umumnya basis keilmuannya belum sesuai dengan yang diharapkan, masih perlu banyak bimbingan, baik dari pelaku kreasi dan inovasi maupun kepada para pembimbingnya," ujarnya.
Lanjut Bapak Ganapati, "sebenarnya bimbingan itu bisa meminta ke Dewan Riset Daerah, karena di Dewan Riset Daerah memiliki narasumber-narasumber yang mumpuni, jadi sayang kalau ini tidak dimanfaatkan. Intinya agar ada peningkatan kualitas dan kemampuan".
Untuk juara ditetapkan berdasarkan perolehan nilai tertinggi dari para juri. Juara I, II, dan juara III berhak mendapatkan uang pembinaan, trophy dan piagam yang akan diserahkan oleh Bupati Kendal pada acara Musrenbangkab. Selain itu, para juara nantinya akan mewakili Kabupaten Kendal dalam lomba Krenova tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Perlu diketahui bahwa pengumuman pemenang secara resmi akan diumumkan melalui website baperlitbang.kendalkab.go.id pada tanggal 27 Februari 2020.
(Diskominfo/HR)