Berita Terkini


AGUS, PEMBUDIDAYA UDANG VANAME DI KENDAL RAUP KEUNTUNGAN RATUSAN JUTA

Selasa, 25 Februari 2020 13:53:20

Kendal- Agus Muktianto warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal Kota, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah  adalah salah satu pembudidaya yang berhasil dengan budidaya udang vaname dengan keuntungan omset mencapai ratusan juta rupiah setiap 6 bulan dalam sekali panen.

Saat ditemui Tim Liputan Diskominfo Kendal, Selasa Pagi (25/02/2020), di tambak miliknya yang sedang panen, ia mengaku terjun di dunia budidaya udang sudah puluhan tahun, namun pada awal tahun 2009 mulai merambah ke budidaya udang vaname, dan hasilnya sudah mulai dirasakan walau banyak kendala terkait alat-alat yang masih tradisional, yaitu hanya menggunakan pompa air saja. Dengan bibit sebanyak 500 ribu dan luas tanah tambak 1 hektar dirinya hanya memanen 500 kwintal udang vaname.

“Namun selang tahun-tahun berikutnya saya sudah menggunakan alat semi-intensif yaitu sudah menggunakan kincir air dengan kepadatan rendah, sehingga hasilnya 2 kali lipat lebih banyak dari hasil yang pertama, yaitu  dengan luas tambak 2 hektar, kini dapat memanen sebanyak 2 ton udang vaname,” ungkap Agus.

Agus juga menceritakan awal perjalananya menjadi pembudidaya udang vaname. “Sebagai masyarakat yang tinggal di pesisir laut,  saya memiliki lahan tanah seluas 4 hektar yang hanya bisa dimanfaatkan sebagai tambak. Hal itu dikarenakan lahan tersebut notabene sudah diresapi air laut, sehingga lahan tidak bisa ditanami padi dan tanaman sejenis lainnya. Namun saya terus berusaha untuk tetap bisa menggarap lahan sebagai sumber mata pencaharian. Kemudian saya membagi lahanya menjadi dua bagian, masing-masing bagian memiliki luas 2 hektar, satu bagian diisi dengan budidaya ikan bandeng ikan rucah dan jenis ikan lainnya, dan satu bagian lagi didisi udang vaname sebagai sumber utama pendapatan,” ungkapnya.

Lanjut Agus, “sebagai pembudidaya udang saya dulu pernah mengalami jatuh bangun, contoh saat budidaya udang windu pernah gagal panen, namun hal itu tidak membuat jerah saya untuk berhenti, malah menambah semangat saya bagaimana saya bisa bangkit kembali. Kemudian saya bergabung bersama pembudidaya lain untuk bertukar pengalaman, dan selanjutnya mendapatkan arahan, bimbingan dan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal. Alhamdulillah saat ini kami sudah menggunakan cara semi intensif, dengan semi intensif budidaya lebih aman dari pada menggunakan alat tradisional, karena dengan kepadatan yang rendah udang bisa tumbuh lebih besar dan lebih cepat”.

Menurut Agus, jangka waktu panen udang vaname mulai penebaran hingga produksi sekitar 6 bulan, dan hasil panen sudah langsung dibeli oleh suplier. “Saya bisa panen setiap 6 bulan sekali, dan dari bibit satu juta ekor yang ditebar dilahan tambak seluas 2 hektar hasilnya mencapai 2 ton, dan untuk hasil panen langsung diambil oleh suplier dan dibawa ke Jakarta,” katanya.

 

Dengan bermodal awal sekitar Rp 50 juta yang dibelikan bibit udang vaname dengan harga satuan 48 rupiah/bibit, kini Agus setiap 6 bulan sekali mampu mendapatkan keuntungan yang luar biasa, yaitu mencapai ratusan juta rupiah. “Dari total yang dihasilkan seluruhnya sekitar Rp 600 juta rupiah, selain bisa untuk menghidupi keluarga, saya juga bisa memberdayakan puluhan masyarakat di lingkungan sekitar untuk membantu penebaran benih hingga memproduksi saat panen udang vaname,” ucap Agus Muktianto.

Semua itu, menurut Agus, tidak luput dari peran Pemerintah Kabupaten Kendal, yang telah membimbing dan membantu masyarakat kelompok budidaya. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kendal dalam hal ini adalah Dinas Kelautan dan Perikanan yang selama ini telah mendukung, baik dalam pelaksanaan masalah teknis, pengembangan sampel laboratorium, parameter air, dan setiap ada produksi pihak dinas selalu hadir untuk mendampingi," ucapnya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat pembudidaya tambak lainnya, jika ada yang berminat untuk budidaya udang vaname hindari kepadatan tinggi, karena beresiko dan sudah banyak tambak yang gulung tikar. Menurut saya yang penting bisa untung dan bisa berkelanjutan,” tutur Agus sekaligus menutup pembicaraannya dengan Tim Liputan Diskominfo Kendal.

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita