Kendal ~ Hujan lebat yang terjadi sejak hari Rabu (19/2) hingga Kamis pagi (20/2) mengakibatkan jalan utama Dusun Cipluk desa Sidokumpul yang menghubungkan dengan Dusun Cipluk Barat kecamatan Patean mengalami longsor. Turun sedalam 5 meter dan sepanjang 100 meter. Jalan yang berada di area wilayah hutan milik Perum Perhutani KPH Kendal tersebut juga menghubungkan dengan wilayah kecamatan lain.
Jalan Cipluk yang baru dibangun sekitar 1 bulan lalu dengan menggunakan Dana Desa Sidokumpul kini tidak bisa lagi dilalui dengan kendaraan bermotor maupun sepeda. Kerusakan jalan tersebut mengakibatkan arus perekonomian masyarakat desa Sidokumpul Patean ke desa lain terhenti karena terputusnya akses jalan. Anak-anak sekolah juga mengalami kesulitan menuju ke tempat mereka belajar sehingga terpaksa libur sementara.
Agus Darmanto warga Dukuh Cipluk Barat mengatakan, Longsor terjadi Kemarin pagi (Kamis) sekitar pukul 4. Dikatakan, terputusnya akses jalan Cipluk mengakibatkan anak-anak berangkat ke sekolah harus mutar melewati wilayah lain desa Sojomerto kecamatan Gemuh yang cukup jauh. Oleh karena itu, masyarakat mengharapkan bantuan pemerintah agar segera membuka akses jalan yang tertutup untuk kelancaran kegiatan warga.
Menindak-lanjuti laporan peristiwa tanah longsor di Dukuh Cipluk tersebut, Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Wakil Bupati, Komandan Kodim Kendal, dan OPD terkait, Jumat (21/2) meninjau langsung di lokasi kejadian. Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga masyarakat, Bupati mengambil langkah hari itu juga akan membuka akses jalan alternative lain agar masyarakat dapat beraktivitas kembali. Terutama untuk kelancaran jalur perekonomian dan jalur pendidikan anak-anak. “Minggu ini kita targetkan selesai. Atau Senin sudah dapat dilalui untuk jalur darurat”, jelas Bupati Kendal yang didampingi kepala PUPR Kabupaten Kendal.
Kepala Dinas PUPR Kendal Sugiono mengatakan, hari ini (Jum’at-Red), langsung dikirim alat-alat berat untuk membuka jalan alternative baru. Ada 2 alternatif yang disiapkan. Pertama, menggeser sedikit dari jalan yang mengalami longsor sepanjang 500 meter. Kedua, memotong jalur lain dari pertigaan yang terhubung di ujung lokasi longsor. Pilihan terbaik adalah yang kedua.
Dijelaskan, pekerjaan ini dengan membuka badan jalan selebar 6-8 meter agak ke dalam dan diupayakan menghindari kondisi rawan longsor. Perhitungan jalan dimulai dari pertigaan sepanjang 200 meter di area perbukitan, ditambah jalan sepanjang 428 meter di tanah datar. Pembukaan jalan alternative itu adalah di bekas yang digunakan oleh PT Pertamina untuk mengangkut peralatan. Sehingga akses jalan diupayakan dapat dilalui motor dan mobil.
Di tempat yang sama, Komandan Kodim 0715 Kendal menyatakan siap akan bersama-sama ikut membantu masyarakat dengan menerjunkan personil. Jumlah kekuatan yang akan diturunkan menyesuaikan dengan kebutuhan beban pekerjaan dan diperlukan. TNI akan bersama-sama instansi pemerintah daerah dan warga masyarakat untuk membuka jalan baru nanti.
Sementara itu, Kepala BKPH pemangku Perhutani wilayah Sojomerto, Gunawan, mewakili Adminstratur Perhutani KPH Kendal menyatakan tidak berkeberatan tergadap pembukaan jalan alternative baru di wilayah Perhutani. Dikatakan, Perhutani akan membantu memberikan pinjam pakai area perhutani untuk meningkatkan perekomian masyarakat. e-Kominfo.