Berita Terkini


Tradisi Festival Sewu Tumpeng Menjadi Media Silaturahim Antar Warga

Rabu, 19 Februari 2020 15:38:48

Kendal – Festival Sewu Tumpeng Desa Tambahrejo Kecamatan Pageruyung menjadi tradisi sebagai ucapan syukur warga desa sekaligus langkah untuk kembali melestarikan budaya, Rabu (19/2/2020).

Acara Festival yang dipelopori oleh pemuda Desa Tambahrejo tersebut sengaja memilih tumpeng lantaran memiliki makna kesungguhan, nama Tumpeng sendiri merupakan singkatan dari “Yen Metu Kudu Mempeng” dengan artian ketika keluar harus sungguh-sungguh.

Ketua Panitia Cipto Wibowo menjelaskan, festival sewu tumpeng yang dilakukan memang baru kali pertama dan festival tersebut nantinya akan menjadi awal dari para pemuda desa untuk mengembangkan festival sewu tumpeng yang akan diselenggarakan setiap tahun.

“Ini memang baru pertama kali kita lakukan untuk festival sewu tumpeng, sebelumnya hanya acara syukuran biasa. Sekarang kita kaum pemuda mulai kembali menghidupkan dengan membuat Tumpeng, karena selain Tumpeng sebagai perwujudan doa juga merupakan makanan Tradisional yang khas daerah kita,” terang Cipto Wibowo.

Sementara Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si memberi apresiasi terutama kepada pemuda desa Tambahrejo yang memiliki kepedulian kepada desanya dengan berhasil menggerakan masyarakat untuk menggelar acara festival tumpeng.

“Luar biasa apa yang dilakukan oleh pemuda desa ini, karena kepedulian mereka kepada pelestarian budaya tentunya berhasil mengadakan Festival Sewu Tumpeng. Saya harap budaya ucap syukur ini tidak berakhir dan mampu berlanjut karena yang namanya budaya syukuran adalah perilaku syukur kita kepada pencipta,” ungkap Bupati Kendal.

Agenda festival sebelum memasuki inti acara dengan memakan nasi tumpeng bersama, terdapat beberapa tumpeng yang diperlombakan dengan 3 kriteria penilaian yaitu tampilan, rasa dan kreativitas. Setidaknya dalam acara tersebut diikuti oleh 5 dusun.

Camat Pageruyung Drs. Dwi Cahyono Suryo mengatakan, acara festifal sewu tumpeng ini direncanakan akan digelar disetiap desa. “Acara yang dibuat oleh pemuda desa ini, nantinya akan kita terapkan dibeberapa desa, karena kegiatan ini memang seperti yang ibu bupati bilang jika pelestarian budaya harus dilestarikan,” terang Dwi Cahyono. 

Adapun menu yang disediakan dalam tumpeng rata-rata menonjolkan makanan khas daerah atau makanan dengan tema desa seperti sambal goreng kentang, ayam ungkep, kering tempe, dan terdapat sate keong. direncanakan juga proses makan bersama akan berlangsung secara prasmanan di lingkup balai desa Tambahrejo, sehingga seluruh warga desa dapat menikmati Tumpeng secara bersamaan. (Diskominfo/AK)


Indeks Berita