Berita Terkini


PERAN KEPALA DESA/LURAH DALAM PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU BAYI DAN BALITA

Selasa, 26 November 2019 14:41:32

KENDAL - Kepala Desa dan Lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik, bekerjasama secara aktif dengan petugas Puskesmas, kader Posyandu, PKK, petugas Gizi, tokoh masyarakat dan semua unsur masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggungjawab petugas kesehatan saja, namun merupakan tanggungjawab bersama.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Muhamad Nursidik, SH., SKM., M.Kes saat membuka kegiatan Pertemuan Audit maternal Perinatal ( AMP ) Sosial, Selasa (26/11/2019) di Ruang Garuda Agrowisata Tirto Arum Kendal. Disampaikannya, masih tingginya angka kematian ibu, bayi dan balita di Kabupaten Kendal merupakan masalah serius yang membutuhkan kerjasama semua pihak.

"Tidak hanya tenaga kesehatan saja yang mampu berperan mengurangi Angka Kematian Ibu ( AKI ), Angka Kematian Bayi dan Balita ( AKB ), tetapi juga peran Pemerintah Desa dan Kelurahan sebagai pemimpin yang langsung dekat dekat masyarakat amampu mendorong dan menjembatani kesehatan ibu hamil, bayi dan balita," ucapnya.

Dengan memberikan perhatian pada pusat kesehatan setempat antara lain Pusat Kesehatan Desa dan Posyandu, kesehatan masyarakat dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, Lurah atau Kades sudah ikut berperan dalam mengurangi tingkat AKI dan AKB di Kabupaten Kendal.

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dan Gizi, Endang Jumini, S.Gz mengatakan, Untuk menurunkan kasus kematian ibu dan bayi, lanjutnya, maka harus ada upaya bersama antara reformer bersama stakeholder terkait untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan peran aktif keluarga dan masyarakat agar mampu mencegah dan mengurangi risiko kematian ibu dan bayi melalui pendampingan yang optimal dari keluarga dan masyarakat.

"Semua pihak tak hanya petugas dan fasilitas kesehatan yang dituntut selalu optimal, tetapi harus ada kesadaran pihak lain termasuk tokoh masyarakat, Lurah, Kepala Desa, suami atau keluarga untuk peduli terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir sertya balita,” jelasnya.

Sementara, angka kematuian ibu dan bayi dan balita di kabupaten Kendal dalam kurun waktu 2012 hingga 2019 mengalami fluktuasi atau naik turun namun masih tergolong tinggi. Dan Di Jawa Tengah masih menempati urutan ke tujuh yang tergolong cukup tinggi.

Dalam kegiatan pertemuan Audit Maternal Perinatal tersebut, Narasumber yang dihadirkan yakni dr. Firza Oivia Susan, M.Si, Med, S.PA ( Deteksi Dini Kegawatan Neonatal ) dan dr. Nur Zarit Aya Sofia, dokter Spesialis Ostetri Genekologi pada RS Dr. Soewondo Kendal yang menyajikan "Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Sebagai Upaya Penurunan Ibu Bayi Di Kabupaten Kendal".

Peserta pertemuan berasal dari unsur tenaga kesehatan Puskesmas, Perwakilan PKK, Posyandu, Camat Patebon, Polres Kendal dan Kodim 0715 Kendal. ( Kominfo Kendal / heDJ )

 

 

 


Indeks Berita