Kendal - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar Rakor Masalah Strategi dan Aktual mengangkat tema “ Peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah jelang pelantikan Presiden,Pilkades Serentak dan Pilkada Tahun 2020.” Acara digelar di ruang sidang Paripurna DPRD Kendal, Selasa ( 15/10).
Hadir Bupati Kendal dr. Mirna Annisa,M. Si yang diwakili oleh Sesda Kendal Moh Toha,ST,.M.Si ,Ketua DPRD Kendal H.M. Makmun,S.HI. Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Ginda Muhammad Ginanjar. Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta, S.H.,M.H.dan ratusan dari unsur Forkopimcam, Tokoh masyarajat, agama.Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa , Pimpinan Ormas dan Parpol serta jajaran Perwira Kodim Polres Kendal ,Inteligen dan KPU. Acara tersebut dibuka langsung oleh Sesda Kendal.
Sambutan Bupati Kendal yang dibacakan oleh Sesda Kendal H. Moh Toha, ST., M.Si menyampaikan “ Saya menyambut baik dilaksanakan kegiatan ini, merupakan langkah yang sangat baik untuk mengantisipasi adanya isu-isu yang berkembang di masyarakat, agar dapat memfilter dan menyaring informasi yang ada dengan melakukan pendekatan dan memberikan pembinaan. Demi menjaga kondusifitas daerah menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024 pada tanggal 20 Oktober 2019 besok, serta mewujudkan Pilkades Serentak dan Pilkada Tahun 2020 yang sejuk, aman, dan damai di daerah kita tercinta ini. Maka, kita tidak mau kecolongan dan selalu waspada, siap siaga guna mengantisipasi berbagai hal di luar dugaan.”pintanya.
Lebih lanjut “ Untuk itu, saya berharap kepada para personel TNI-Polri dan semua pihak agar melaksanakan pengaman dengan baik. Sebab, sebutnya tugas pengamanan adalah tugas mulia untuk menjaga stabilitas keamanan, dalam menciptakan rakyat menjadi aman. Mari kita semua tetap menjaga soliditas, profesionalisme untuk bertugas. Meskipun pelantikan dilakukan di Jakarta, untuk pengamanan di seluruh jajaran agar terus dilakukan khususnya di wilayah Kendal ini. ”harapnya.
“ Selanjutnya agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan informasi yang beredar di ruang publik. Sebab, informasi yang salah dan yang tidak akurat bisa menimbulkan persoalan. Jangan terprovokasi dan terhasut berita hoax yang tidak bertanggung jawab yang belum diketahui kebenarannya. serta jangan ikut-ikutan melakukan tindakan yang melanggar hukum atau untuk mengikuti aksi demonstrasi. Ini tidak boleh terjadi di wilayah Kendal. Khususnya Pelajar itu tugasnya adalah belajar, maka serius dalam belajar demi meraih masa depan. Pelajar jangan sampai terprovokasi. “pungkasnya
Sementar itu Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Ginda Muhammad Ginanjar mengajak seluruh masyarakat Kendal untuk selalu sesegera menyelasaikan jika terjadi suatu masalah,” Jika ditemukan benih benih konflik untuk sesegera diselesaikan diawal jangan menunggu, bisa diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.”tukasnya.
Ketua DPRD Kendal H.Muhammad Makmun.S.HI mengatakan “ Kita akan mengadapi momentum Pilkades, Pimilihan Bupati dan Wakil Bupati, Pilkades kalau tidak ada perpanjangan akan digelar tanggal 18 maret, namun jika mengalami perpanjangan akan digelar 1 April. Calon minimal dua dan maksimal lima tiap desa yang bisa dipilih oleh masyarakat langsung.”pungkasnya.(whd/kom)