Berita Terkini


HARI AKSARA INTERNASIONAL KE - 54, KENDAL GELAR PAMERAN DAN PENTAS SENI

Selasa, 08 Oktober 2019 14:13:23

KENDAL - Memperingati Hari Aksara Internasional atau World Literacy Day ke - 54 yang bertemakan "ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat", jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menggelar Pameran multi produk dari berbagai sanggar kegiatan belajar atau satuan pendidikan non formal, desa vokasi serta lembaga kursus dan pelatihan, Selasa (8/10/2019) di Gedung Sanggar Pramuka Kabupaten Kendal Kota Kendal.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, S.STP., M.Si membuka kegiatan yang dihadiri Direktorat Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Rudi Restu, Arofiansyah dan Fahri Lukman. Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan,"Peringatan Hari Aksara Internasional merupakan momentum yang sangat baik untuk kembali menggugah semangat dan kerja nyata membebaskan masyarakat dan bangsa dari buta aksara dan menumbuhkan kemampuan atau literasi dalam meningkatkan kualitas hidup."

Dijelaskan berikutnya, aksara atau literasi merupakan salah satu akar kemajuan bangsa sehingga membutuhkan percepatan pemberantasan buta literasi. "Mari kita dukung gerakan  melek literasi di semua bidang. Kami menyampaikan apresiasi setinggi - tingginya pada semua pusat kegiatan balajar mengajar masyarakat, lembaga pendidikan non formal dan desa - desa vokasi yang berperan penting membuat masyarakat sadar literasi," ajaknya.

Sementara, Rudi Restu mengatakan, PKBM yang ada di Kabupaten Kendal yang kita bantu sebanyak 8 PKBM mampu mendorong literasi dalam banyak hal. "Kita bantu dukug terkait kearifan lokal yang harus dimunculkan tidak hanya lepas dari buta calistung ( baca tulis hitung ) saja namun ketrampilan juga sangat menunjang kualitas hidup masyarakat," tukasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, United Nations Educational, Scientific Cultural Organization (UNESCO) yang menetapkan setiap 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Lembaga PBB tersebut tahun ini memperingati HAI dengan mengangkat tema Literacy and Multilingualism.

Mengacu pada tema UNESCO tersebut, Kemendikbud memutuskan mengangkat tema nasional berupa “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat” pada peringatan HAI di Indonesia pada 2019. Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraaan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud. Lewat tema tersebut pihaknya berharap buta aksara di Indonesia bisa dientaskan lewat pendekatan budaya masing-masing daerah.

 “Harapan dengan mengangkat tema ini, yang pasti kita ingin mendorong bahwa memberantas buta aksara merupakan bagian dari literasi di masyarakat. Kita memiliki budaya dan bahasa yang begitu banyak di nusantara ini, sehingga semuanya itu bisa digunakan untuk mendukung literasi ini, untuk masyarakat di sekitar masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan peringatan HAI 2019 di Indonesia sangat spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab saat ini Indonesia sedang menjadi negara percontohan pemberantasan buta huruf mengingat angka buta aksara berkurang secara signifikan dalam lima tahun terakhir. ( Kominfo / heDJ )

 

 

 

  

 


Indeks Berita