KENDAL ( Patebon ) - Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial memberikan Bantuan Sosial kepada kelompok masyarakat miskin yang bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dengan memberikan Bansos KUBE ( Kelompok Usaha Bersama ).
Di sela - sela kegiatan Penyuluhan Sosial "Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial Masyarakat" yang digelar Pemkab Kendal melalui Dinas Sosial, di Aula Kecamatan Patebon, Senin (23/9/2019), Sekretaris Dinas Sosial Mashuri, S,Sos, M.Si menyerahkan Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama kepada 20 penerima manfaat masing - masing menerima Rp. 20 juta.
Dalam sambutannya, mewakili Kepala Dinas Sosial Soebarso, S.Sos, Mashuri mengajak para penerima untuk mendayagunakan bantuan dengan baik sehingga usaha akan semakin berkembang untuk mengangkat ekonomi masyarakat kurang mampu. "Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu caranya ialah dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi masyarakat kurang mampu. Diharapkan bantuan yang diterima menumbuhkan usaha tersebut serta mendorong masyarakat miskin lain memiliki usaha ekonomi yang baru," jelasnya.
Perlu diketahui, KUBE merupakan wadah masyarakat miskin untuk melaksanakan usaha bersama secara berkelompok dengan tujuan meningkatkan pendapatan. Besaran dana Bansos (Bantuan Sosial) yang di terima oleh masing-masing KUBE adalah Rp. 20 juta yang selanjutnya akan dibelanjakan barang sesuai dengan RAB yang telah diajukan ke KEMENSOS RI.
Sementara penyuluhan sosial yang menghadirkan narasumber Amelio Fernandes Branco, SH dari Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pemprov Jateng di Cepiring dan Kasi Data dan Penyuluhan Sosial Dinas Sosial Pemkab Kendal, Widodo A.Ks bertujuan menyebarluaskan informasi perihal program Dinas Sosial supaya para peserta yang hadir mampu dan tahu jenis problem sosial yang ada serta mampu pro aktif membantu menyelesaikan persoalan sosial apabila di wilayahnya terdapat penyandang masalah sosial.
Diketahui Penyuluhan Sosial yang berlangsung sejak 9 hingga 24 September yang menyasar 10 lokasi diikuti 100 orang di masing - masing tempat. ( Kominfo / heDJ )