Berita Terkini


KEMENTRIAN ESDM SERAHKAN 3 SUMUR BOR AIR DALAM UNTUK KENDAL

Jumat, 20 September 2019 11:02:00

KENDAL ( Ngampel ) - Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an ini, terhitung dari tahun 2005 s/d 2019 sebanyak 2288 unit sumur bor dapat dibangun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Sementara untuk Kabupaten Kendal Kementerian ESDM ( Energi Sumber daya dan Mineral ) memberikan bantuan 3 unit sumur air dalam senilai Rp. 1,2 milyar yakni di Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel, Desa Jambearum Kecamatan Patebon dan Desa Ngadiwarno Kecamatan Sukorejo. Kementrian ESDM didampingi pejabat Dinas ESDM pemprov Jateng dan Asisten Ekbang Pemkab Kendal Tavip Purnomo, SH, MM, Jumat (20/9/2019) menyerahkan sekaligus meresmikan sumur bor air dalam di Desa Sudipayung di halaman Pondok Pesantren Al Musyafak.  

Bantuan tersebut menurut Staf Khusus MESDM Irjen Pol ( Purn ) Drs. E. Widyo Sunaryo, merupakan program dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM berupaya terus menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak.

Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahun anggaran 2019, Kementerian ESDM akan membangun sumur bor sebanyak 650 unit di seluruh wilayah Indonesia.

"Sumur bor di Desa Sudipayung ini memiliki spesifikasi teknis kedalaman hingga 125 meter, konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas hingga 12 KVa, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Dengan debit air rata-rata 2,24liter/detik, sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 3.226 jiwa," beber Widyo.

Sementara Dr. Ir. Sujarwanto Dwaiatmoko, M,Si dari Dinas ESDM Pemprov Jateng dalam sambutannya menjelaskan, penyerahan ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2019, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Penyerahan ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDMmemiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Tengahmasih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya," terangnya.

Untuk provinsi Jawa Tengah, sejak tahun 2005sampai dengan 2019 telah berhasil dibangun sebanyak 454 unit sumur bor dalam. Pada tahun anggaran 2019 ini direncanakan akan dibangun lagi sebanyak 91 unit sumur bor, 13 unit diantaranya telah selesai pada akhir Agustus 2019.

Sementara, Bupati kendal dr. Mirna Anissa, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Tavip Purnomo, SH, MM menjelaskan, "Semoga dengan adanya sumur bor ini, masyarakat dapat terbantu dan dapat bermanfaat, serta kedepan masyarakat tidak akan lagi kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Saya berharap, agar tahun depan jumlah titik sumur bor air bersih terus ditambah lagi di wilayah Kabupaten Kendal ini."

Bahwa air tanah merupakan air yang terdapat dalam lapisan akifer dalam. Keterdapatannya memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan air permukaan atau air tanah dangkal. Ketersediaannya tidak tergantung musim sehingga pada musim kemarau pun masih dapat dimanfaatkan, selain itu kualitasnya cenderung lebih baik, karena tidak banyak terganggu limbah di permukaan.

Sebagian besar wilayah Kendal merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Selama ini kebutuhan air bersih hanya dipasok dari mata air gunung, sehingga debitnya kurang mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan kehadiran sumur bor ini, diharapkan dapat membantu masyarakat Sudipayung dan sekitarnya dalam mendapatkan pasokan air bersih, semoga dipakai berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.


Ini bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kendal kepada masyarakat agar kebutuhan air bersih tercukupi. Masalah pembangunan sarana air bersih merupakan salah satu prioritas program pembangunan pemerintah, begitu juga kebutuhan air bersih bagi warga masyarakat adalah hal yang sangat mendesak. Karena air bersih merupakan salah satu kebutuhan vital bagi warga masyarakat.


"Pada kesempatan ini, saya menghimbau kepada warga masyarakat Sudipayung dan sekitar, dengan dibangunannya fasilitas air bersih ini, masyarakat dapat merawat dan menjaga sumur bor ini dengan sebaik-baiknya agar tidak cepat rusak, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, walaupun di saat musim kemarau tiba," ucap Tavip membaca sambutan Bupati Kendal. ( Kominfo / heDJ )

 


Indeks Berita