Kendal- Pada karnaval tahun 2019 ini kita mengubah konsep menyatukan banyak kelompok kesenian di Kabupaten Kendal dan alhamdulillah bisa menjadi satu kelompok yang menampilkan suatu sajian kolosal, dan terlihat sangat kompak serta lebih baik dalam melestarikan budaya.
Hal itulah yang disampaikan oleh Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., usai acara Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kendal ke-414 dan Hari Ulang Tahun RI ke-74 yang dilaksanakan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupauten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (31/8/2019).
Lanjut Bupati Mirna, "tentang bunga yang tadi saya berikan kepada masyarakat adalah berlambang sebagai bentuk perhatian saya kepada masyarakat, karena pemberian bunga sebagai wujud perhatian dari seseorang kepada diri kita".
"Saya mengucapkan terima kasih kepada para kontingen dari daerah-daerah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan Karnaval tahun 2019 di Kabupaten Kendal. Bagaimanapun jika penampilan itu mengambarkan hasanah yang baik memang perlu ditiru dan kita maksimalkan," tuturnya.
Menurut Bupati Kendal, Karnaval tahun ini tidak hanya sebagai ajang promosi pariwisata saja, namun lebih mengedepankan pelestarian budaya, karena masyarakat Kabupaten Kendal sendiri sangat paham sekali dalam menjujung tinggi local wisdom (kearifan lokal). "Jadi, inilah yang harus kita akomodir karena banyak sekali ragam kesenian dan kreativitas anak muda yang lahir dari Kabupaten Kendal," ungkapnya.
"Harapanya dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan budaya sampai ketingkat anak anak. Terutama kebudayaan asli Kabupaten Kendal agar bisa lebih dikenal oleh para generasi muda," ungkap Bupati Mirna penuh harap.
Terkait dengan gaun yang dikenakan pada karnaval tahun 2019 ini, Bupati Mirna Annisa menjelaskan, "Gaun biru muda yang saya gunakan ini adalah kebaya dari Bayu Aji House of Kebaya and Gown hasil karya designer asal Kenal Ndaruwati Candra Lestari dan untuk make up oleh Santi," terang Bupati Mirna. (HR/kominfo)