Berita Terkini


KONDISI EKONOMI PROVINSI JATENG SETIAP TAHUN SEMAKIN MENINGKAT

Kamis, 15 Agustus 2019 10:07:33

Kendal- Tidak dapat saya pungkiri rasa bahagia danungkapan kegembiraan memenuhi relung hati ini. Saya juga merasa bangga pada umur menginjak 69 tahun ini, Jawa Tengah terus bergerak semakin baik, maju dan semakin sejahtera. Masyarakat guyub, rukun dan terus bergotong-royong membangun daerah. Kontribusi inilah yang pada akhirnya membawa berbagai capaian positif serta keberhasilan pembangunan daerah.   

Hal itulah yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Kendal Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Dwiyanto saat mewakili Bupati Mirna membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, H.Ganjar Pranowo pada upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah yang ke-69, Kamis (15/8/2019) bertempat di halaman gedung A Sekretariat Daerah Kabupaten Kendal.

Lanjut Dwiyanto, kondisi ekonomi Jateng semakin meningkat, dari tahun ke tahun grafiknya menunjukan peningkatan yang menggembirakan.Pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun semakin meningkat, dari angka 5,25% di tahun 2016 bergerak naik menjadi 5,26% di tahun 2017 dan 5,32% di tahun 2018. Penurunan kemiskinan di Jawa Tengah tiap tahun menunjukkan hal positif. Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah periode Maret 2019 ini turun sebanyak 124,2 ribu orang dariperiode September 2018. Dengan penurunan itu, maka sampai saat ini jumlah penduduk miskin di Jateng sebesar 3,74 juta orang atau 10,80%, berkurang dari kondisi September 2018 yang mencapai 3,87 juta orang atau 11,19%.

Selain itu, hal positif lainnya adalah tingkat inflasi dapat kita kelola dengan baik. Tahun kalender Mei 2019 inflasi Jateng sebesar 1,04 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 2,62 persen. Masih lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 3,32%.Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per-kapita tahun 2018 mencapai Rp 36,78 juta. Meningkat dibanding tahun 2017 sebesar Rp 34,22 juta.

Indeks Gini cenderung juga menurun setiap tahunnya dan pada tahun 2018 sebesar 0,357. Masih lebih rendah dibanding nasional.Tingkat Pengangguran Terbuka, juga mengalami penurunan sebesar 0,01 persen menjadi  4,22 persen pada Februari 2019 dibandingkan dengan Februari 2018. Pembangunan manusia di Jawa Tengah pada tahun 2018 mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pem-bangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah. Pada tahun 2018, IPM Jawa Tengah mencapai 71,12 angka ini meningkat 0,6 poin dibandingkan tahun 2017 yang besarnya 70,52.

“Saya patut bersyukur, total investasi yang masuk ke Jawa Tengah tumbuh kearah yang positif. Jika pada tahun 2015 nilai investasi yang masuk mencapai 26,04 trilyun dengan 1.481 proyek, tahun 2016 jumlah investasi yang masuk mengalami kenaikan yaitu sebesar 38,18 trilyun dengan 2.068 proyek, tahun 2017, investasi yang masuk ke Jateng kembali mengalami kenaikan sebesar 51,54 trilyun dengan total 2.358 proyek. Tahun 2018 nilai investasi di Jawa Tengah mencapai angka 59,27 triliun dengan 3.653 proyek. Selain karena peran serta masyarakat yang sangat baik menjaga kondusifitas daerah, keberhasilan meningkatkan menarik investor ini juga karena berbagai program kita buat sehingga investor dimudahkan untuk berinvestasi,” tuturnya.

Menurutnya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), reformasi peraturan perizinan dan penggunaan system On line Single Submission (OSS), pembentukan Sistem Informasi Aplikasi Perizinan Jawa Tengah (SIAP JATENG), membuat pusat informasi dan promosi yang terintegrasi untuk investasi, yaitu Koridor Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG) menjadi Atas dasar berbagai program yang kita buat tersebut Pemerintah Pusat memberikan penghargaan Peringkat I dalam ajang Investment Award.

Ia mengatakan, untuk membangun konektifitas antar daerah serta dalam rangka memberikan mempermudah akses mobilisasi barang dan orang, ia terus membuat dan memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan. Persentase Panjang jalan dalam kondisi baik, pada tahun 2014 sebesar 86,92%, kemudian tahun 2015 menjadi 88,27%, tahun 2016 panjang jalan dalam kondisi baik semakin meningkat sebesar 88,88%, tahun 2017 sebesar 88,92%, dan tahun tahun 2018 ini sebesar 89,60%.

Pemerataan pembangunan di desa-desa juga terus dilakukan. Dana Desa di Jateng tiap tahun semakin ditambah. Pemprov Jateng juga mengalokasikan anggaran bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa yang digunakan untuk membiayai Peningkatan Sarana dan Prasarana Perdesaan, Rintisan Desa Berdikari, Peningkatan Ketahanan Masyarakat Desa dan Operasional Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dengan total anggaran sebesar 752,84 milyar pada tahun 2018.

Zona Merah Kemiskinan masih jadi PR kita bersama. Oleh karena itu pembangunan diarahkan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, khususnya petani, nelayan dan UMKM. Seperti pembangunan RTLH, Kartu Tani, KJS, pemberian akses kredit usaha yang mudah dan berbunga rendah bagi UMKM. Pembangunan RTLH yang memakai dana APBD Provinsi pada tahun dari tahun ke tahun ditingkatkan. Ditambah program CSR dan Program pembangunan RTLH dari Kabupaten / Kota.

Kartu Jawa Tengah Sejahtera (KJS). Pada Tahap I Tahun 2019, penerima manfaat KJS sebanyak 11.627 penerima manfaat dengan total pencairan 8,7 milyar rupiah. Sedangkan pada tahap II penerima manfaat KJS ini sebanyak 11.460 penerima manfaat dengan total pencairan 8,59 milyar rupiah.

Dalam rangka mensejahterakan petani, Jawa Tengah terus melakukan pembaharuan untuk program Kartu Tani. Melalui Kartu Tani, bantuan dan subsidi untuk petani dapat lebih terarah dan lebih optimal. Kartu Tani ini akan terus kita sempurnakan, khususnya terkait dengan sistem dan jaringannya agar petani semakin dimudahkan.

Jateng juga terus bergerak pada inovasi-inovasi berbasis teknologi informasi untuk kesejahteraan petani. Kita terus mengembangkan berbagai aplikasi yang memudahkan petani untuk memasarkan hasil pertanian secara online. Kami ciptakan aplikasi e-petani, dan Rego Pantes sebagai salah satu solusi perdagangan online produk pertanian langsung dari petani ke konsumen dengan harga yang pantas untuk semua pihak. Untuk transaksi dalam skala besar kita punya aplikasi Eragano. Selain itu, aplikasi Geotaging untuk pemetaan lahan dalam rangka mengetahui produktifitas petani. Sedangkan untuk membantu UMKM kita punya program Mitra 02, Mitra 25 dan Kredit Mini. UMKM Jateng juga kita dorong untuk naik kelas melalui cyber UMKM Sadewa Market dan kita beri pendampingan.

Dalam bidang kesehatan, terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Tahun 2017 jumlah AKI Jateng 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 8,93 per seribu kelahiran hidup. Sedangkan Tahun 2018 AKI Jateng turun menjadi 78,6 per 100 ribu kelahiran hidup, sedang AKB 8,36 per 1.000 kelahiran hidup. Angka harapan hidup warga Jawa Tengah juga terus mengalami kenaikan. Tahun 2018 angka harapan hidup naik menjadi 74,08 tahun. Dengan capaian ini, target Sustainable Development Goals (SGDs) yang dicanangkan tahun 2030 akan tercapai, yakni di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup.

Pembangunan Jateng juga terus kita arahkan untuk mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih. Sistem e-planning dan e-budgeting yang diterapkan Pemprov Jateng dan telah terintegrasikan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) mampu menciptakan efisiensi sebesar Rp 1,2 trilliun pada tahun 2018. Atas terobosan tersebut, Pemprov Jateng mendapatkan penghargaan karena memperoleh penilaian A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Jateng juga mendapatkan penghargaan dari KPK atas komitmen dalam mendukung pemberantasan korupsi khususnya dari aspek pengendalian pelaporan Gratifikasi serta tertib LHKPN. Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha juga berhasil diraih. Ini adalah Penghargaan Bagi Pemda Berkinerja Baik Berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD). Tidak hanya itu, Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Jawa Tengah menjadi yang terbaik di Indonesia Investment Award 2018. Serta tentu saja dalam hal pengelolaan keuangan tahun 2018, Jawa Tengah kembali berhasil memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian, ini adalah WTP yang ke-8 kali berturut-turut,” ungkap Dwiyanto.

Selain penghargaan diatas, terdapat juga beberapa penghargaan lainnya yang berhasil kita dapatkan, atara lain penghargaan Keterbukaan Informasi sebagai Badan Publik Pemerintah Provinsi dengan Kualifikasi Informatif dengan nilai terbaik, yakni 96,95. Jateng juga dinobatkan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik tahun 2018 oleh Bank Indonesia. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI juga tak ketinggalan menganugerahkan penghargaan kepada Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2017.

Yang spektakuler, adalah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan sejarah dalam Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Jateng jadi Provinsi terbanyak yang mengeluarkan inovasi. Provinsi Jawa Tengah berhasil memborong 22 penghargaan inovasi yang dilakukan untuk kategori Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Anugerah Iptek Budhipura 2018 dari berhasil kita raihdari Menristekdikti atas prestasi apik dalam penguatan sistem inovasi di wilayahnya. Kementerian Ketenagakerjaan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi dengan Indikator Utama Kondisi Lingkungan Kerja Terbaik. Jawa Tengah berhasil mengungguli 34 provinsi lain di Indonesia dengan Indeks Prestasi Ketenaga-kerjaan (IPK) tertinggi dari kategori kondusivitas lingkungan kerja.

Provinsi Jawa Tengah  juga dianugerahi penghargaan wisata halal unggulan dari Menteri Pariwisata. Jawa Tengah menjadi bagian dari 10 daerah di Indonesia, yang memiliki wisata halal unggulan berstandar global 2019. Pemprov Jateng juga menerima Paritrana Award yang diberikan atas komitmen daerah dalam mendukung penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai amanah undang-undang.

Gubernur Jawa Tengah melalui Staf Ahli Bupati Kendal Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten dan kota, sehingga Pemprov Jateng banyak meraih banyak prestasi.”Atas penghargaan-penghargaan tersebut, kami sadar keberhasilan itu bukan kerja Pemprov semata. Untuk itu, saya sampaikan terima kasih, apresiasi atas kerja keras serta kesengkuyungan kawan-kawan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam memajukan Jawa Tengah. Saya berharap, penghargaan yang diterima makin memotivasi dan menjadi  tantangan untuk bisa berkinerja pelayanan yang makin baik kedepannya. Masih banyak PR yang harus kita selesaikan dengan tuntas. Kita harus optimis. Kita tidak boleh surut dan berpantang mundur menghadapi setiap persoalan,” tuturnya.

“Jalan kita masih panjang kawan. Masih banyak yang harus kita kerjakan bersama untuk meraih cita dan harapan. Mari bergandengan tangan untuk bekerja dan berkarya nyata demi Jawa Tengah yang aman, tertib, damai dan sejahtera. Itulah yang dapat saya sampaikan pada ke-sempatan ini. Selamat melanjutkan karya pengabdian pada bidang tugas masing-masing,” tutup Staf Ahli Bupati Kendal tersebut sekaligus menutup sambutan Gubernur Jawa Tengah.

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita