Berita Terkini


45 CALON ANGGOTA TERPILIH DPRD KENDAL TAHUN 2019 RESMI DILANTIK

Kamis, 15 Agustus 2019 09:26:23

Kendal- Sebanyak 45 anggota calon terpilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal pada Pemilihan Umum Pilihan Legislatif 2019 telah resmi dilantik, Rabu siang (14/08/2019) bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD Kendal, Jawa Tengah.

Hadir pada acara Sidang Paripurna Istimewa tersebut, Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., para Kepala OPD Kendal, Forkopimda , para camat se-Kabupaten Kendal dan keluarga dari masing-masing calon anggota DPRD terpilih. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kendal, H. Prapto Utono. Adapun 45 anggota DPRD Kendal diambil sumpah jabatannya oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kendal, Betsji Siske Manoe.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Bupati Mirna mengucapkan selamat kepada seluruh Anggota DPRD yang telah dilantik pada hari ini. “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya ucapkan selamat kepada 45 anggata dewan di Kabupaten Kendal ini yang telah dilantik. Jalankan amanah ini dengan kerja keras, penuh dedikasi dan tanggung jawab. Junjung tinggi integritas. Jaga sumpah janji yang tadi telah diucapkan. Bagi anggota dewan yang baru menjabat segera pahami wewenang, tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat. Untuk yang periode kedua kiranya dapat langsung gaspol menjalankan semua tugas amanah rakyat ini,” ujarnya.

Lanjut Bupati Mirna, “perlu saya sampaikan, saat ini pembangunan Jawa Tengah terus bergerak kearah yang semakin baik. Hal ini ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak kearah yang positif. Perekonomian Jawa Tengah berdasarkan besaran 3 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai Rp 1.268.700,97 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 941.283,28 miliar.

“Ekonomi Jawa Tengah tahun 2018 tumbuh 5,32 persen, menguat dibandingkan tahun 2017 (5,26 persen). Meski begitu, penduduk miskin Jawa Tengah berada pada urutan ke-2 terbanyak se-Indonesia sebanyak 3.867.420 jiwa. Prosentase penduduk miskin di Jawa Tengah dari tahun ketahun terus bergerak kearah yang positif. Persentase Penduduk miskin pada September 2018 sebesar 11,19 persen, turun 0,13 persen poin dibanding bulan Maret 2018. Periode September 2017 - September 2018 penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah menempati posisi tertinggi diantara 34 Provinsi se-Indonesia sebesar 330.070 jiwa. Ada 14 Kabupaten yang masih berada pada zona merah,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, Provinsi Jawa Tengah menyumbang 50% penurunan kemiskinan nasional. Tetapi meskipun kemiskinan Provinsi Jawa Tengah telah turun tajam, namun masih berada di atas capaian 4 nasional dan berada di urutan ke 20 secara nasional. Untuk itulah, Pemprov Jateng terus berupaya memfokuskan program penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Agar berbagai program pembangunan yang kami lakukan dapat berhasil dan optimal, kami membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah Kabupaten/Kota. DPRD sebagai lembaga legislatif daerah dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pemerintah daerah. Sinergitas legislatif dan eksekutif amatlah penting utamanya dalam perencanaan anggaran maupun dalam penyusunan program strategis daerah serta pembentukan perda-perda sebagai landasan pembangunan daerah,” kata Bupati Mirna.

Ia juga mengatakan bahwa Pemprov Jateng telah menyiapkan 10 program unggulan yaitu Sekolah Tanpa Sekat, peningkatan peran rumah ibadah, fasilitasi pendakwah & guru pendidik agama, reformasi birokrasi di Kabupaten / Kota yang dinamis berbasis teknologi informasi dan sistem layanan terintegrasi, satgas 5 kemiskinan, bantuan desa, rumah sederhana layak huni, obligasi daerah, kemudahan akses kredit UMKM, penguatan BUMDes dan pelatihan start up untuk wirausaha muda, menjaga harga komoditas dan asuransi gagal panen untuk petani serta melindungi kepentingan nelayan, pengembangan transportasi masal, revitalisasi jalur kereta dan bandara serta pembangunan embung / irigasi, pembukaan kawasan industri baru, dan rintisan pertanian terintegrasi, rumah sakit tanpa dinding, sekolah biaya pemerintah khusus untuk siswa miskin dan bantuan sekolah swasta, ponpes, madrasah dan disabilitas, festival seni serta pengembangan infrastruktur olahraga, rumah kebudayaan dan kepedulian lingkungan.

“Kami berharap lembaga legislatif Kabupaten/Kota untuk bisa mendukung program kami ini melalui berbagai rumusan kebijakan daerah. Saya juga titip untuk membuat program yang ramah investasi dan pengembangan pariwisata, kedua sektor tersebut jika digarap dengan baik akan signifikan mengurangi angka kemiskinan Jateng. Terakhir saya ingin Bapak-Ibu sekalian untuk menjunjung tinggi asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, 6 kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efesiensi, efektivitas dan keadilan. Jaga marwah wakil rakyat, rawat integritas. Lakukan inovasi, edukasi politik yang menghadirkan kedamaian, kerukunan dan ke-bhinekatunggal-ikaan. Hadirin yang berbahagia,” tutup Bupati Mirna mengakhiri sambutan Gubernur Jateng.

Adapun 45 anggota DPRD Kendal periode 2019-2024. Yakni diisi 10 orang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), 10 orang dari PDI Perjuangan, 6 orang dari Partai Gerindra, 5 orang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tiga orang dari Partai Amanat Nasional (PAN), dua orang dari Partai Demokrat, Dua orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua orang dari Partai Nasdem dan satu orang dari Partai Perindo. Dari anggota dewan baru itu, Muchamad Makmun dari PKB menjadi Ketua Sementara dan Ahmad Suyuti dari PDI P menjadi Wakil Kutua Sementara.

(Diskominfo/HR)


Indeks Berita