Kendal - Acara pengajian Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kendal ke 414 Kabupaten Kendal tersebut digelar Selasa malam (30/07/2019) bertempat di Alun-alun Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Acara malam itu dikuti oleh puluhan ribu masyarakat yang memadati Alun-alun hingga luber ke jalan-jalan di sekelilingnya. Turut hadir Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si, Wakil Bupati Kendal, Drs. H. Masrur Masykur, Sekda Kendal, Moh. Toha, S.T., M.Si, para wakil dari forkopimda, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Kendal, seluruh Kepala OPD beserta jajaran.
Acara yang dihadiri puluhan ribuan warga tersebut menjadi menarik ketika sampai pada sesi diskusi tanya jawab bupati bersama masyarakat. Diskusi yang dibagi menjadi 4 kelompok penanya masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang berjalan dinamis. Yaitu kelompok Kerupuk Rambak, kelompok Ikan Bandeng, kelompok Ireng, dan yang keempat adalah kelompok Alas Roban. Tiap kelompok diberi kesempatan oleh Cak NUn untuk melontarkan pertanyaan untuk dijawab dan direspon bupati.
Pertanyaan pertama, penanya diminta menyebutkan tiga faktor yang menyenangkan dari bupati pemimpin Kendal. Kedua, menyebutkan yang menggembirakan di Kabupaten Kendal. Ketiga, kritik faktual kepada Pemerintah Kabupaten Kendal dan keempat adalah menyebutkan bedannya Kendal dan bukan Kendal?.
Dalam kesempatan itu, disampaikan oleh Kelompok Kerupuk Rambak bahwa tiga faktor yang menggembirakan diantarannya, pertama Bupati Mirna Annisa adalah selain orang yang ramah dan cerdas juga sangat menyenangkan. Kedua, pembangunannya di kabupaten Kendal sudah mulai merata, dan yang ketiga kepemimpinannya Bupati Mirna begitu hebat karena Kabupaten Kendal dipimpin oleh seorang wanita handal.
Pertanyaan kedua, hal yang menyenangkan di Kabupaten Kendal dikatakan, setiap tahun di kecamatan Kaliwungu diselenggarakan tradisi syawalan yang dilaksanakan selama 7 hari setelah lebaran Idul Fitri di sekitar masjid hingga bukit Protomulyo di Kecamatan Kaliwungu Selatan. Selain itu, yang paling berkesan menurut penanya adalah peringatan Hari Jadi Kabupaten Kendal yang ke 414 tahun 2019, karena kita bisa sinau bareng mbah Nun (Emha Ainun Nadjib).
Pertanyaan ketiga, kelempok Kerupuk Rambak memberi kritik dan menyampaikan saran Kepada Pemerintah Kabupaten Kendal. Dikatakan, meskipun di Kabupaten Kendal sudah berdiri beberapa pabrik di Kawasan Industri Kendal (KIK) namun sampai saat ini belum maksimal dalam merekrut tenaga kerja dari daerah Kendal. Penanya berharap agar Bupati Mirna menyerap aspirasi dan mengusahakan lebih banyak pabrik berdiri di Kendal, sehingga akan lebih banyak tenaga kerja dari wilayah Kendal yang diserap sehingga mengurangi pengangguran.
Selain itu, di Kendal sudah ada terminal Bus sebelum kepemimpinan Bupati Mirna yang berlokasi di Jalan Pantura Jenarsari, Kami berharap Bupati Kendal saat ini bisa meneruskannya agar dapat beroperasi. Kemudian terkait penanganan kesehatan pelayanan BPJS ini tidak hanya di salah satu Kabupaten/kota, namun saya rasa itu hampir sama se-Indonesia, yaitu termasuk penanganan kesehatan dibeberapa rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Kendal kurang maksimal, kami berharap ke depan lebih bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
“Pertanyaan ke 4, bedanya Kendal dan bukan Kendal adalah kebanggaan menjadi warga Kabupaten Kendal. Sebagai warga asli yang lahir di Kendal sangat membanggakan. Kabupaten Kendal memiliki banyak ragam kesenian, seperti kuda lumping, wayang orang, tari tradisional dan masih banyak lagi lainnya. Di Kendal juga banyak Pondok Pesantren, Ulama dan banyak makam para waliyullah sehingga bisa dirasakan aura Islaminya. Hal inilah yang membedakan Kendal dengan yang lainnya,” ungkap kelompok Kerupuk Rambak tersebut.
Kemudian dilanjut jawaban dari Kelompok Bandeng, yang disampaikan oleh Rahmad yang pertama adalah bangga punya Bupati Kendal Ibu Mirna Annisa sosok pemimpin yang merakyat yaitu dekat dengan rakyat dan tahu keinginan rakyatnya, contohnya kegiatan pada malam ini rindu kami dapat terobati karena Pemkab Kendal telah menghadirkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Kedua, warganya ramah-ramah, dan yang ketiga adalah gemah ripah loh jinawi, karena punya kawasan daratan, lautan dan pegunungan yang artinya kita tidak pernah kekurangan urusan hal pangan. Kedua, terkait kritik dan saran adalah mengenai pengelolaan sampah yang belum bisa maksimal. Selanjutnya pertanyaan ketiga, perbedaan Kendal dan bukan Kendal adalah masyarakatya yang religius.
Sedangkan dari kelompok Ireng mewakili masyarakat di luar Kabupaten Kendal yang menyampaikan bahwa pihaknya di Kabupaten malam ini merasa sangat bahagia karena telah menghadirkan Cak Nun sehingga dapat mengobati rasa kanggen bagi kelompoknya. Kedua, perempuan maupun laki-lakinya terliht ayu-ayu dan ganteng-ganteng, dan yang ketiga Bupati Mirna jos tenan, karena pihaknya terharu saat melihat Bupati Mirna menyambut perumpuan tua yang tidak dikenal dengan pakaian lusuh naik ke atas panggung. “Biasannya para pejabat yang sudah diatas, kalau melihat orang seperti itu kipat sana kipat sini, tetapi Bupati Mirna tidak begitu, malah sama Bupati Mirna dirangkul dan apa yang disampaikannya benar-benar didengarkan. Dan yang keempat kami di Kendal tidak kelaparan, karena sudah disiapkan makanan dari Pemerintah Kabupaten Kendal,” ungkap salah satu perwakilan dari Kelompok Ireng.
Terkait kritik dari kelompok ireng adalah tidak ada toilet umum di Kabupaten Kendal. Kemudian yang mebedakan Kendal dengan bukan Kendal adalah di Kendal Panas kalau di tempat ia kelahirannyaTemanggung udaranya lebih dingin.
Terakhir yaitu dari Kelompok Alas Roban yang disampaikan oleh Rahmat warga dari Kabupaten Batang tentang, menurutnya kegembiraanya di Kabupaten Kendal karena banyak Pondok Pesantren, sehingga dapat membentuk karakter spiritual yang cinta tanah air yang didasari dengan kekutan agama. Kedua, di Kendal ada pasar Weleri yang menjadi sentra pusat perdagangan. Ketiga, banyak wisata alamnya. Dan pihaknya mengkritik masalah terminal yang belum tertata, sehingga dari masyarakat luar susah untuk turun di terminal Kabupaten Kendal. “Selanjutanya untuk perbedaan Kendal dengan bukan Kendal adalah bahasa masyarakat Kendal yang lembut,” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., menanggapi kritik dari para kelompok tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah memberikan kritik sehingga nantinya bisa bersama-sama ikut serta memperbaikinya.
Bupati Mirna menjelaskan kepada kelompok Kerupuk Rambak tentang KIK, bahwa saat ini banyak perusahaan yang sudah mendaftar di KIK. “Saat ini sudah ada 60 pabrik yang mendaftar untuk berdiri di Kabupaten Kendal, karena semua butuh proses, dan mari kita doakan karena dalam waktu 3 tahun sudah masuk 60 perusahaan, dan nantinya akan lebih banyak lagi untuk merekrut Karyawan. Saya juga mengucap syukur alhamdulillah, cara kita dalam memberikan pelayanan terhadap para investor menjadi percontohan nasional,” ujarnya.
Kemudian masalah terminal Bahurekso yang katanya mangkrak , menurut Bupati Mirna, saat ini statusnya akan di minta oleh Pemeritah Provinsi Jawa Tengah, sehingga akan ditinjau lagi statusnya apakah tetap menjadi milik kabupaten atau menjadi milik Pemerintah Provinsi. “Sekarang kita masih menunggu keptutusan jika memang masih mejadi milik Pemkab Kendal, nantinya kosep kita akan kita jadikan taman parkir bagi truk-truk, karena banyak sekali truk yang parkir di samping jalan agar tidak menganggu bahu jalan, sehingga tercipta kenyamanan bagi siapa saja yang yang melintas di Kabupaten Kendal. Dan kenapa Bus Barurekso itu mangkrak karena lokasinya yang sepi untuk terminal Bus terlihat rame di Weleri,” ungkapnya.
Terkait kritikan pelayan rumah sakit dan Puskesmas, Bupati Mirna mengucapkan terima kasih, dan ia mengatakan pasti akan menyelesaikannya, namun jika terkait masalah BPJS itu tidak hanya Kabupaten Kendal tapi se-Indonesia, jadi masalah itu akan diselesaikan Pemerintahan Pusat, yang mana permasalahan itu adalah permasalahan nasional. Bupati Mirna juga mengajak kepada masyarakat Kendal dilain waktu untuk berdiskusi tentang pelayanan yang baik menurut masyarakat, yang nantinya akan dituntutkan kepala pihak rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Kendal.
Kemudian masalah sampah, Bupati Mirna menyampaikan bahwa masalah sampah tidak hanya di TPA Darupono Kecamatan Kaliwungu selatan saja, namun sampah itu ada pada salah satu pola hidup yang jorok pada diri atau sekelompok orang. "Permasalahan sampah sebenarnya tidak hanya pada suatu tempat, tetapi ada pada masing-masing individu atau kelompok orang dengan pola hidup yang kotor, dan memang harus diakui, contohnya membuang puntung rokok saja terkadang masih disembarang tempat, untuk itu masalah penanganan sampah memang harus mulai dari diri kita sendiri agar tidak membuang sampah di sembarang tempat," tuturnya.
Usai sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan penyampaian-penyampaian dari MH Ainun Najib atau yang biasa akrab dipanggil dengan Cak Nun.
(Diskominfo/HR)