Kendal- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menggelar acara Pembinaan dan Evaluasi Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal tahun 2019, Jumat pagi (19/7/2019) bertempat di Operation Room Kendal, Jawa Tengah. Hadir dalam acara itu, Sekda Kendal, Moh Toha, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kendal, Drs. Arif Musbikin, dan diikuti oleh para kepala OPD Kendal dan seluruh Kepala Bagian di Lingkungan Pemkab Kendal, serta hadir Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Agustinus Agus Sudaryanto, S.STP., M.M sebagai narasumber.
Dalam laporannya Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kendal, Drs. Arif Musbikin menyampaikan tujuan diadakannya kegitan tersebut. “Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah terselenggaranya perangkat daerah/unit pelayanan publik yang lebih profesional, akuntabel dan memberikan peningkatan kepuasan pada masyarakat, dan program one agency one innovation setiap unit pelayanan publik menciptakan 1 (satu) inovasi setiap tahun dapat terwujud, sehingga dapat mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang setiap tahun diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Nerara dan Revormasi Birokrasi (Kemenpan RB),” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Sekda Kendal Moh Toha menyampaikan, Reformasi Birokrasi merupakan tekad pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), melalui langkah-langkah strategis dalam mengemban tugas umum pemerintahan yang disesuaikan dengan Kemenpan RB dengan dinamika tuntutan masyarakat. “Salah satu hal yang penting dari 8 (delapan) area perubahan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi adalah area perubahan ke-8, yaitu peningkatan pelayanan publik,” kata Sekda.
Menurut Sekda Moh Toha, Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai abdi negara dan abdi masyarakat pada hakekatnya harus dapat memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau dan terukur (simpel) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Hal ini ditunjukkan dari nilai lndeks Kepuasan Masyarakat (IKM) masing-masing. IKM merupakan cerminan dari seberapa besar tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang telah berikan.
“Dalam rangka peningkatan pelayanan publik, kita pun dituntut untuk selalu kreatif dan berinovasi, baik berupa terobosan konvensional maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut didorong oleh pemerintah dengan terbitnya Permenpan RB Nomor 5 tahun 2019 tentang Kompetisi lnovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Dan BUMD, yang di dalamnya mengamanatkan bahwa setiap Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD wajib mengikutsertakan 1 (satu) inovasi setiap tahun untuk kegiatan kompetisi,” terang Sekda Moh Toha.
Sebagaimana diketahui bahwa pada beberapa unit pelayanan publik di kabupaten/kota telah dilakukan inovasi-inovasi. “Maka dari itu, marilah kita tingkatkan dan kembangkan, dengan harapan di kemudian hari muncul inovasi yang unik dan mempunyai kemanfaatan tinggi, sehingga dapat diakui secara nasional dan ditiru oleh Pemerintah Kabupaten/Kota Iain,” harapnya.
Ia menuturkan, pada kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2019 ini, Kendal telah mengikutsertakan 3 (tiga) inovasi dalam KIPP Tahun 2019 yaitu dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan. Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada ketiganya, meskipun belum dapat masuk kategori Top 99/ Top 40/Top 35/Top 25/Top 9 Inovasi, tetapi sudah ada wujud konkret menciptakan terobosan baru dalam upaya peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi pendorong gerakan menuju Sman‘ City di Kabupaten Kendal. Untuk kedepannya, diharapkan tercipta “one agency one innovation", sehingga melalui seleksi diperoleh kandidat ‘inovasi' terpilih yang akan mewakili Pemerintah Kabupaten Kendal untuk diikutsertakan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat nasional,” ungkap Sekda Kendal tersebut.
Ia juga meminta kepada seluruh para peserta untuk mengikuti acara ini dengan seksama, dan terus meningkatkan capaian - capaian pembangunan dengan meningkatkan kualitas kinerja yang profesional dan penciptaan ide gagasan inovasi pelayanan publik.
Usai sambutan, kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber yang menyampaikan terkait tentang pelayanan publik yang profesional.
(Diskominfo/HR)