Kendal- Semiloka penerapan managemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) diselenggarakan di institusi daerah untuk kluster Kendal Jawa Tengah bagian Utara, Selasa (25/6/2019) bertempat di Ruang Operation Room Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Hadir dalam Kegiatan tersebut Bupati Kendal yang diwakili oleh Sekda Kendal, Moh Toha, M.T., M.Si., dan hadir sebagai narasumber yaitu Riana Chairawati Konsultan SDM GIZ (the Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit), Hartian Silawati Advisor GIZ dan Staf Bidang SDMA dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Ryo Hermawan.
Semiloka diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refonnasi Birokrasi, Kepala BKD Provinsi Jawa Tengah, Kepala BKPP Kota Semarang, Kepala BKPP Kabupaten Kendal, Kepala BKD Kabupaten Batang, Kepala BKD Kabupaten Pekalongan, Kepala BKPSDMD Kabupaten Brebes, Kepala BKD Kabupaten Tegal, Kepala BKPP Kabupaten Kudus, Kepala BKD Kabupaten Jepara, Kepala BKPP Kabupaten Pati, Kepala BKPPD Kabupaten Grobogan, Kepala BKPSDM Kabupaten Temanggung dan Kepala BKD Kabupaten Banyumas.
Plt. Kepala BKPP Kabupaten Kendal, Sigit Sulistyo dalam laporannya menyampaikan bahwa Manajemen Talents (MT) merupakan salah satu komponen utama dari Human Capital Management (HCM) yang berfokus pada sumber daya manusia (SDM) organisasi, kegiatan-kegiatan pengelolaan SDM yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan strategi HCM organisasi.
Sigit Sulistyano menjelaskan, Kabupaten Kendal ditunjuk oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk dijadikan sebagai sumpul kluster Jawa Tengah bagian utara untuk tempat pembelajaran bersama dan pertemuan mentoring serta monitoring implementasi manajemen talenta di instansi Pemerintah Daerah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bekerjasama dengan Tim GIZ untuk memberikan pendampingan penerapan managemen talenta ASN di Institusi.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman tentang penerapan implementasi manajemen talenta di instansi/Pemerintah Daerah melalui pembelajaran bersama dan pertemuan mentoring serta monitoring implementasi manajemen talenta di lnstansi/Pemerintah Daerah,” terang Plt. BKPP Kabupaten Kendal tersebut.
Dalam Sambutannya Sekda Kendal, Moh Toha menyampaikan ucapan selamat datang di Kabupaten Kendal kepada Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI atau yang mewakili dan Tim The Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ). “Saya sangat senang dan menyambut baik kedatangan Bapak-Ibu semua. Semoga dapat meningkatkan ikatan tali silaturrahim dan kerjasama, sehingga diharapkan kedepan dapat membawa kemajuan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.
“Saya merasa bangga dan menyambut baik, atas ditunjuknya Kabupaten Kendal sebagai simpul kluster Jawa Tengah Bagian Utara untuk tempat pembelajaran bersama dan pertemuan mentoring serta monitoring implementasi manajemen talenta ASN di Instansi / Pemerintah Daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman bersama tentang penerapan implementasi manajemen talenta ASN di Instansi/Pemerintah Daerah, serta dapat merumuskan dan menghasilkan konsep standar manajemen talenta yang dapat diterapkan oleh seluruh instansi pemerintah dan menjamin kepastian akan pengembangan kompetensi dan pola karir ASN,” tutur Sekda Moh Toha.
Menurut Sekda Kendal, untuk memenuhi birokrasi 4.0, dibutuhkan Smart Aparatur Sipil Negara (ASN). Percepatan dan akurasi pelayanan harus seiring dengan kemampuan ASN yang mumpuni. Revolusi Industri 4.0 menuntut respon sektor publik dalam peningkatan kompetensi SDM, yang harus sama baiknya dengan sektor privat. Globalisasi dan keterbukaan ekonomi global menuntut peningkatan SDM aparatur yang berdaya saing tinggi. Future of Governance (digital government citizen centric) menjadi kepastian kerja birokrasi masa depan yang mesti dihadapi.
Sekda Kendal juga mengatakan, ASN tersebut tidak terbatas pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) atau Jabatan Administratif (JA) saja, tetapi juga Jabatan Fungsional (JF). Sehingga Manajemen Talenta yang nantinya menjadi sentral mengenai profil ASN, mencakup seluruh jabatan ASN.
“Dengan adanya Manajemen Talenta akan mendapatkan gambaran tentang profil ASN ke depan, dan juga akan ada kesetaraan karir antara Jabatan Fungsional (JF) dengan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan Jabatan Administratif (JA). Semuanya setara dan punya kesempatan yang sama, sepanjang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang baik serta didukung dengan integritas dan moralitas. Dan pada kesempartan ini, diharapkan kerangka kebijakan mengenai Manajemen Talenta agar menjadi lebih tajam, ASN harus bisa menonjol lagi, lebih profesional dan lebih berdaya saing di era Revolusi Birokrasi Industri 4.0 sekarang ini,” kata Sekda Moh Toha sekaligus membuka acara semiloka tersebut.
(Diskominfo/HR)