KENDAL - Sebuah Rumah Sakit baru, Charlie Hospital Semarang, kini berdiri di Desa Ngabeyan Kecamatan Boja yang berbatasan dengan wilayah kecamatan Cangkiran Kota Semarang. Rumah sakit dengan kapasitas 100 bed (kamar) tersebut didirikan oleh seorang pengusaha baja ternama dari desa setempat bernama Junianto, ST, MM.
Ia dulu adalah anak dari keluarga kurang mampu, namun kini berhasil mendirikan fasilitas umum kesehatan untuk masyarakat di tempat asal kelahirannya. Rumah Sakit tersebut, Senin (10/6/2019), diresmikan Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si, dengan iringan Sholawat Rosul dipimpin oleh Habib Syeh Assegaf dari Surakarta yang diikuti ribuan jamaah dari warga sekitar.
Bupati Mirna dalam sambutannya mengatakan, Rumah Sakit yang baru berdiri tersebut sangat membantu Pemkab Kendal dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Pendirian Rumah sakit tersebut akan sangat bermanfaat bagi warga masyarakat Kabupaten Kendal di wilayah bagian atas seputar Boja, Limbangan, Singorojo dan sekitarnya.
"Saya berharap Charlie Hospital senantiasa mampu memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat khususnya warga kurang mampu sebagaimana visi dan misi pendirian rumah sakit yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu," kata Bupati Mirna.
Sementara, owner RS Charlie Hospital H. Junianto, ST, MM membeberkan kisah yang melatar-belakangi pendirian Rumah Sakit. Dikatakan, saat ayahnya masih hidup dengan seorang istri dan 7 orang anak dalam keadaan tidak mampu, mereka mengalami kesuliltan mendapatkan pelayanan kesehatan. Saat itu belum ada fasilitas kesehatan seperti BPJS. Akibat karena kurang perawatan dan biaya berobat, sang ayah yang menderita penyakit stroke akhirnya meninggal.
Sebelum meninggal, ayahnya sempat berpesan kepadanya apabila diberi kelimpahan rezeki agar menyantuni warga miskin. Ingat pada pesan ayahnya tersebut, Junianto yang kini sukses menjadi pengusaha baja dan usaha-usaha lainnya mewujudkan keinginan sang ayah. Maka, berdirilah rumah sakit Charlie Hospital untuk melayani masyarakat kurang mampu di tanah kelahirannya. Penamaan rumah sakit dengan istilah agak berbau asing tersebut menurutnya tidak terlepas dari nama ayahanda Junianto yang bernama Karlie. Menurut penjelasannya, nama Charlie Hospital diberikan sebagai strategi agar lebih menjual.
Rumah sakit tersebut telah beroperasi sejak 19 Agustus 2017 . Hingga Agusrtus 2019 RS akan memberikan pelayanan kepada warga sekitar dan warga Kabupaten kendal secara gratis selama 3 bulan. Rumah Sakit dikatakan telah mengantongi ijin operasional dan kini tengah berproses untuk mendapatkan akreditas tahap awal sebagai RS bertipe D namun dengan fasilitas yang lengkap.
Peresmian RS Charlie Hospital ditandai dengan penanda-tanganan Prasasti oleh Bupati dr. Mirna Annisa, M.Si dilanjutkan pengguntingan Pita serta peletakan Batu Pertama oleh Bupati secara simbolis. Acara seremonial pembukaan lain diisi dengan kegiatan Sholawat Rosul Para Jamaah bersama ulama Habib Syech Assegaf dari Surakarta. (Kominfo-edit/heDJ)