Berita Terkini


PENGELOLAAN ZAKAT BAGUS, BAZNAS KENDAL TERIMA SERTIFIKAT ISO 9001-2015

Senin, 22 April 2019 15:41:22

KENDAL - Pengelolaan Zakat PNS di Kabupaten Kendal oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kendal menuai prestasi dengan pengakuan oleh WQA ( World-Wide Quality Assurance ) berupa ISO 9001 versi 2015 karena dinilai bagus dalam pengelolaan, pengumpulan serta pendistribusian zakat.

Pemberian piagam dari WQA diserahkan langsung oleh Country Manager WQA Asia Pacific Muhammad Aristian kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Moh. Toha, ST, M.Si selanjutnya diserahterimakan pada ketua Baznas Kabupaten Kendal KH. Ubaidilah, S.Pdi, Senin (22/4/2019) di Pendopo Pemerintah Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si dalam sambutannya yang dibacakan Setda Toha menyampaikan selamat dan apresiasinya atas prestasi serta hasil kerja yang dicapai selama ini. "Semoga dengan penerimaan sertifikat ini, BAZNAS Kendal kedepannya selalu meningkatkan mekanisme pendistribusian zakat kepada para mustahiq, terutama anak yatim piatu, fakir, muallaf, gharimin dan masyarakat miskin, dalam meningkatkan kesejahteraannya," ucap Setda Toha.

Dijelaskan Bupati, kekuatan dan ruh lembaga pengelola zakat terletak pada kesungguhan dalam melayani, melindungi dan menyelamatkan kaum fakir dan miskin. Untuk itu,dalam pengelola zakat haruslah selalu memperhatikan secara obyektif kebutuhan hidup mustahiq yang perlu dibantu dan diberdayakan dengan tepat sasaran.

Program-program yang dilakukan BAZNAS ke depan agar diarahkan untuk lebih mempertegas fungsi BAZNAS sebagai amil zakat, khususnya untuk Program Ekonomi (Kendal Makmur). Dalam kaitan ini sebagai lembaga publik, BAZNAS perlu secara rutin dan transparan menginformasikan kepada masyarakat mengenai penerimaan zakat, infaq dan shadaqah serta pendistribusiannya, terlepas dari banyak atau sedikit dana yang terkumpul.

Dana zakat, infaq dan shadaqah yang dihimpun oleh BAZNAS dan semua lembaga pengelola zakat di Kabupaten Kendal haruslah didistribusikan sebagai sumber jaminan kehidupan yang layak, khususnya bagi fakir miskin.

"Dengan perolehan dana zakat kita tidak akan bisa menghapus kemiskinan yang merupakan sunnatullah. Tetapi yang dapat dan wajib diupayakan ialah menurunkan tingkat kemiskinan dan mendekatkan jarak antara golongan kaya dengan golongan lemah dan kurang beruntung secara ekonomi," kata Setda.

Diakhir sambutan Bupati Kendal, Setda Toha mengajak para PNS di Pemkab Kendal  untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diperoleh untuk ditabung, diinfaqkan atau disedekahkan agar hasil usaha menjadi berkah dan bertambah kemanfaatannya. "Saat ini Bapak-Ibu masih menjadi mustahik, tapi yakinlah dengan bekal dana zakat yang saat ini diterima suatu saat Bapak-Ibu akan mampu menunaikan Zakat Maal sebagaimana muzaki yang lainnya," terangnya.

Sementara, Aristian dari WQA mengatakan, ISO 9001 2015 merupakan bukti pengakuan  lembaga independen atas pelaksanaan implementasi  ISO 9001 di Baznas Kendal. 

"Kami mengharapkan dengan sertifikasi ini dapat meningkatkan kinerja dengan pencapaian target yang lebih banyak lagi. Kepercayaan atau trust yang diberikan para mustahik ( PNS ) memberikan kemudahan dalam mengumpulkan Zakat Infaq dan Sodaqoh. Pencapaian sertikat ISO ini bukanlah hasil akhir namun merupakan awal dari perbaikan untuk semakin baik dalam mengelola ZIS di Kabupaten Kendal," urainya.

Selanjutnya, Ketua Baznas Pusat Prof Dr. Bambang Sudibyo dalam sambutannya, mengharapkan prestasi yang diraih Baznas Kendal bisa menjadi contoh Baznas lain di Indonesia sehingga berdampak baik dengan menuingkatnya trust dari muzaki sehingga pengumpulan ZIs semakin meningkat.

Diketahui, Rakor Bidang Kesara sekaligus penyerahan sertifikat ISO 9001 versi 2015 dihadiri Ketua BAZNAS RI (Bapak Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, M.BA. CA.); Country Manager WQA Asia Pacific (Bapak Muhammad Aristian); Para Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah (Bapak Dr. KH. Ahmad Daroji, M.Si.); serta Para Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Di sela - sela kegiatan Rakor Kesra Pemkab Kendal, diserahkan secara simbolis zakat bidang Pendistribusian Program Advokasi Kafalah Penyuluh dan Guru WB Rp. 24,8 juta; Pendayagunaan Program Pendidikan Beasiswa Santri Tahfidh Rp. 78 juta untuk 13 santri; Pendistribusian Program Pendidikan Rp. 23 juta untuk 46 siswa; Pendayagunaan Program Ekonomi Peralatan dan Modal Usaha Rp. 25.120.000,- ( 8 alat usaha ) dan Peralatan dan Modal Usaha Rp. 36,6 juta ( 12 alat usaha ). (Diskominfo/heDJ)


Indeks Berita