Berita Terkini


PERPUSNAS MELAKUKAN SAFARI GEMAR MEMBACA DI KABUPATEN KENDAL

Selasa, 26 Maret 2019 18:01:40

Kendal- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Kabupaten Kendal Tahun 2019 dengan tema "Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat", Selasa (26/3/2019) bertempat di Pendopo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kegitan tersebut dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Perpusnas, Drs. Deni kurniadi. M. Hum, Bupati Kendal, dr. Mirna, Annisa, M.Si., Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur,  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Tengah diwakili Kabid Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Nugroho, Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rohmat, Para Kepala OPD dan Forkopimda, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Ir. Dlah Aning Budiarti, M.Si, Tim  Penggerak PKK Kabupaten Kendal serta Penggiat Literasi Kabupaten Kendal, Aris Nurfat’hani, S.Pd.

Dalam sambutannya Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili oleh Drs. Deni Kurniadi, M. Hum., menyampaikan, dengan terselenggaranya kegiatan ini akan mendorong masyarakat untuk mencintai budaya lokal, Iebih dekat dengan buku, menjadikan perpustakaan sebagai sahabat terbaik sekaligus sebagai pusat sumber belajar dan berkegiatan bagi masyarakat serta berujung pada meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia.

Lanjut Deni Kurniadi, “rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan kita terhadap program Revolusi Mental yang digaungkan oleh pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Perpustakaan berperan dalam mengembangkan potensi masyarakat pada penguatan mentalitas budaya yang sejalan dengan agenda Revolusi Mental yaitu melalui terwujudnya masyarakat yang berbudaya baca”.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Perpusnas RI tersebut juga menyampaikan, perkembangan perpustakaan saat ini mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten / kota hingga tingkat desa dan kelurahan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat terhadap peningkatkan kegemaran membaca di masyarakat. “Kami yakin perpustakaan hadir menjadi sarana pusat peradaban suatu bangsa dan menjadi lentera dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Kita semua percaya perkembangan perpustakaan sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas. Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai Iembaga maupun berbagai komponen, baik Pemerintah Daerah, Akademisi, Lembaga Swasta, Komunitas maupun Masyarakat Umum mengenai peran perpustakaan dalam pengembanan kegemaran membaca masyarakat Indonesia. Perpustakaan dimaknai sebagai sebuah strategi kebudayaan untuk mewujudkan literate society melalui suatu gerakan literasi yang bersifat kolektif dan inklusif secara sosial,” ujarnya.

“Peran perpustakaan adalah untuk menghubungkan antara sumber pengetahuan dengan pengguna pengetahuan. Perpustakaan sebagai rumah, sumber pengetahuan dan pustakawan sebagai katalisator dalam usaha mempercepat proses desiminasi pengetahuan tersebut. Dan upaya pustakawan dalam mendukung program layanan berbasis inklusi sosial yaitu pustakawan melakukan tindakan nyata yaitu mendorong semua jenis perpustakaan menjadi garda terdepan dalam menggerakkan pengetahuan untuk dapat dimanfaatkan secara aktif dan Iuas oleh masyarakat untuk mendukung transformasi pengetahuan menjadi tindakan laksi/inovasi yang memungkinkan adanya perubahan individu/ masyarakat ke arah yang lebih baik,” tutur Deni Kurniadi.

Deni Kurniadi dalam kesempatan itu berharap, agar berkembangnya perpustakaan, taman bacaan an sejenisnya di seluruh tanah air khususnya di Kabupaten Kendal ang difasilitasi pemerintah, pemerintah daerah maupun swasta dan masyarakat dapat menjadi perpustakaan yang dapat nemberikan pelayanan berbasis inklusi sosial dalam meningkatkan sesejahteraan masyarakat, melalui literasi untuk kesejahteraan. “Marilah kita melangkah bersama seiring sejalan, satu arah, dan satu tujuan, demi mewujudkan cita-cita bangsa kita yaitu sebaggai bangsa yang cerdas, maju, sejahtera dengan karakter budaya gamar membaca untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi dan kemandirian ekonomi, “harapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan bahwa membaca adalah suatu hal yang diwajibkan. "Belajar itu adalah hal yang diwajibkan, bahkan ketika kita sebagai umat Islam belajar pertama kali ayat yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW adalah Iqra’ yaitu bacalah, inilah menurut saya yang harus dipahami ketika kita ingin berkembang dan tumbuh maju," ujarnya.

Menurut Bupati Mirna memiliki perpustakaan sebagai salah satu referensi yang luar biasa karena dengan membaca tidak terbatasi oleh usia, waktu atau hal apapun. Selain itu membaca terkadang tidak harus menggunakan teks namun setidaknya juga bisa menggunakan panca indra untuk membaca sesuatu yang ada di sekelilingnya.

“Bertemu dan berkumpul di sini bukan hanya sekedar menghadiri undangan saja, tapi manfaatkanlah untuk mengenal satu sama lain, dan silahkan membaca dari lingkungan sekitar kita. Saya berharap dengan adanya Safari Gemar Membaca ini kita akan lebih semakin cerdas, para tokoh dan para penggiat membaca di sini semakin memahi terhadap inklusi sosial,” harap Bupati Mirna.

 (Diskominfo/HR)


Indeks Berita