Kendal- Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, yang diwakili oleh Asisten Sekda Kendal, Sutiyono mengahadiri kegiatan Training of Trainer (TOT) dan Deklarasi Anti Narkoba yang dilaksanakan oleh Pengurus DPD Bakornas Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jawa Tengah, Jumat (15/3/2019) bertempat di Hotel Sae Inn Kendal Jawa Tengah.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPD GMDM Jawa Tengah, Joko Prabowo beserta jajarannya, Kasat Narkoba Polres Kendal, Pasi Kodim Kendal. Dan diikuti oleh para Kepala Sekolah Ngeri dan Swasta SMA/SMK Kendal, para guru pendamping serta perwakilan para siswa-siswi SMA/SMK Kendal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal, dr Mirna Annisa, M.Si., yang diwakili oleh Sutiyono menyampaikan terima kasih kepada DPD Bakornas Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Jawa Tengah yang menyelenggarakan kegiatan ini. "Saya ucapkan terima kasih kepada GMDM yang telah menggelar kegiatan ini, semoga kedepan tetap solid dan selalu bergerak bersama dalam memerangi narkoba, serta selalu kreatif untuk memberi gagasan-gagasan pencegahan narkoba kepada
masyarakat khususnya di generasi muda," ujarnya.
"Saya mendukung penuh dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), serta rehabilitasi terhadap korban penyalahguna narkoba. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan pesan positif kepada masyarakat khususnya di generasi muda untuk dapat bergerak bersama dalam kepedulian dan turut memiliki rasa tanggung jawab atas upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba," tutur Bupati Mirna.
Bupati juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam perang terhadap narkoba. Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba. Karena Indonesia saat ini tidak hanya sekadar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar narkotika yang besar di Asia. "Hal ini terbukti dengan terbongkarnya beberapa kasus penyelundupan narkotika yang mencapai kondisi yang memprihatinkan ini, membuat kita bersama untuk berperang terhadap narkoba. Kejahatan narkoba merupakan kejahatan luar biasa, yang harus diatasi secara serius dan sungguh-sungguh serta tegas. Apabila tidak ditanggulangi secara cepat, wilayah kita dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war (Perang proksi) untuk melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara," terangnya.
Menurut Bupati Mirna, salah satu pencegahan yang harus dilakukan, adalah melakukan sosialisasi terus menerus kepada warga masyarakat khususnya generasi muda tentang bahaya narkoba dalam kehidupan. lngat bahwa kelompok anak-anak dan remaja kita sekarang ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Padahal mereka ini adalah calon-calon generasi penerus bangsa. Untuk itu, peran orangtua (keluarga) harus mampu menjadi benteng utama melindungi anggota keluarga khususnya anak-anak dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
"Narkoba adalah musuh kita semua, untuk itu, mari kita mendeklarasikan anti narkoba untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba. ltulah tekad yang yang harus dilaksankan dalam deklarasi hari ini. Dan mari kita rapatkan barisan dan kuatkan kebersamaan dalam memberantas peredaran narkoba, serta mencegah masyarakat agar tidak menjadi pengguna narkoba. Terus kita gelorakan semangat ”Hidup Sehat Tanpa Narkoba” dan ”Say No to Drugs”, untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang semakin sehat dan sejahtera," pungkas Bupati Mirna melalui Asisten Sekda Kendal tersebut.
Bupati Mirna mengajak segenap masyarakat Kabupaten Kendal khususnya para generasi millennial untuk menghindari sejauh mungkin dari penggunaan, pengedaran dan penyalahgunaan Narkoba, agar hidup yang kita jalani dapat bermanfaat dan tidak sia-sia. Jangan sampai mencoba-coba narkoba katakan “Tidak pada Narkoba, Narkoba No, Prestasi Yes)”.
Sementara itu, Ketua DPD GMDM Jawa Tengah, Joko Prabowo menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut agar kepala sekolah mengerti tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). "Agar seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK tahu tentang pentingnya P4GN serta bahaya-bahayanya" ujarnya.
Joko juga berharap agar kepala sekolah dan perwakilan murid yang telah mengikuti TOT ini dapat memberikan TOT secara berkelanjutan di lingkungan SMA/SMK masing-masing. "Salain itu, juga diharapkan agar dapat membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk berperan aktif dalam kegiatan P4GN serta menyalurkan materi yang didapat dan bisa dijadikan agenda atau program dalam pendidikan Ekstrakurikuler atau kegiatan lain di lingkungan sekolah, sehingga tertanam darah yang mengalir di setiap generasi muda merasa bahwa NKRI adalah tanggung jawab bersama," harapnya.
(Diskominfo/HR)