Kendal- Bupati Kendal, dr. Mirna Annisa, M.Si., pimpin deklarasi warga tidak takut teror atas aksi terorisme pembakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Kendal, Rabu (6/2/2019) usai acara rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Pendopo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam 4 Diponegoro, Mayjen Mochamad Effendi, Kapolres Kendal, AKPB Hamka Mappaita beserta jajarannya, Dandim Kendal, Ginda Mohammad Ginanjar beserta jajaran, Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur, Sekda Kendal, Moh. Toha, Forkopimda, camat dan kepala desa/kelurahan se- Kabupaten Kendal serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se- Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya Bupati Mirna menyampaikan, dirinya sangat menyambut baik atas bantuan yang dimaksimalkan dari Kapolda Jawa Tengah dan Pangdam 4 Diponegoro yang akan membantu dalam mengungkap aksi teror di Kabupaten Kendal. "Saya ucapkan terima kasih kepada beliau Irjen Pol Condro Kironodan dan Mayjen Mochamad Effendi yang akan membatu secara maksimal dalam aksi teror ini, selanjutnya kami akan mengikuti apa yang menjadi saran saran dari beliau," ujarnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Mirna mengungkapkan bahwa pada dasarnya masyarakat Kabupaten Kendal tidak takut dengan aksi teror yang terjadi terkait aksi terorisme pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di wilayah Kendal.
Bupati Mirna berpesan kepada seluruh camat dan kepala desa/lurah se- Kabupaten Kendal untuk mengaktifkan kembali di setiap RT tentang program-progam swadaya masyarakat terkait pengawasan dan pengamanan di wilayah masing-masing, terutama bagi penduduk yang berusia 20 - 60 tahun melalui Pam Swakarsa, Siskamling di mulai jam 24:00 - 06:00 Wib.
"Selain itu, Kemudian membuat spanduk bertuliskan kampung siap siaga 1x24 jam, siap tanggulangi aksi teror, tamu wajib lapor 1x24 jam, menghimbau seluruh masjid atau tempat kos/hotel apabila ada tamu berkunjung yang aktivitasnya mencurigakan. Selanjutnya, warga yang memiliki kendaraan mobil/motor untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan memasang portal memberlakukan akses keluar masuk satu pintu. Dan yang terakhir agar kepala desa/lurah untuk mendata penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya kemudian memberikan himbauan untuk segera melapor bila ada transaksi pembelian BBM diatas jam 24:00-06:00 Wib dalam jumlah sedikit," tutur Bupati.
Adapun deklarasi yang dibacakan oleh Bupati Kendal dan diikuti oleh seluruh peserta Rakor ada tiga poin penting yang isinya tentang warga masyarakat Kendal tidak takut teror. Pertama, kami warga masyarakat Kabupaten Kendal mengutuk segala aksi teror pembakaran kendaraan di wilayah Kabupaten Kendal. Kedua, siap menjaga keamanan dilingkungan masing-masing kelurahan, desa RW dan RT secara aktif. Dan yang ketiga adalah mendukung sepenuhnya kepada Polri dan TNI untuk mengungkap aksi pembakaran di wilayah Kabupaten Kendal,
Acara deklarasi ditutup dengan yel-yel yang diserukan secara bersama-sama bahwa Kabupaten Kendal tidak takut teror. Red-HR.diskominfo