Kendal ~ Setelah beberapa tahun vacum berhenti berproduksi, Sabtu (15/9) PG.Tjepiring atau sekarang menjadi PT.Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring Kendal kini menghidupkan kembali acara Tradisi Wiwitan untuk mengawali kegiatan produksi gula.
Acara seremonial perpaduan antara kegiatan industri hasil pertanian dan kebudayaan tersebut baru pertama kali dihadiri oleh Bupati Kendal dr Mirna Annisa, MSi. Setelah lama berhenti giling tebu, kini Pemerintah Pusat, para pengusaha, berbagai fihak dan para petani di Kabupaten Kendal bersemangat mengaktifkan kembali pabrik yang berdiri sejak ratusan tahun lalu. Sementara itu, Direktur utama PT. IGN Cepiring Kendal, Bernard Dharmawan menyatakan terharu melihat sambutan masyarakat dalam acara wiwitan tersebut.
Upaya membangkitkan kembali produksi aset bersejarah tersebut mendapat respon baik. Bupati Mirna Annisa mengatakan akan membantu memudahkan regulasi agar tidak sulit. Diharapkan dengan hadirnya kembali PG.Cepiring akan turut menumbuhkan ekonomi di kabupaten Kendal.
Kepada masyarakat khususnya para anggota asosiasi petani tebu rakyat Kabupaten Kendal, Bupati menanyakan kesiapan penanaman tebu. Dikatakan, sebenarnya Kendal memiliki lahan pertanian yang luas sehingga memungkinkan kerja sama yang menguntungkan untuk penanaman tebu sebagai bahan produksi. Oleh karena itu, hendaknya bisa diskusikan secara harmonis sehingga tercipta sinergitas yang positif di antara para fihak.
Mengarak Sepasang Tebu Pengantin Menuju Penggilingan
Serangkaian acara Tradisi Wiwitan di Lingkungan Pabrik Gula Cepiring dihadiri oleh Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si, Wakil Bupati Masrur Masykur, Komandan Kodim Kendal, Kapolres Kendal dan jajaran Forkopimda lain. Dari Pusat juga hadir Kepala Deputi Kementerian Perdagangan RI, Para pengusaha nasional, pejabat perbankan, anggota asosiasi petani tebu rakyat, para tokoh masyarakat dan warga masyarakat sekitar.
Acara diawali dengan hadirnya sepasang Tebu Pengantin yang diberi nama Abdullah dan Siti Rohmah yang dibawa oleh sepasang Juara Sinok dan Sinang Kabupaten Kendal tahun 2018. Dengan hiasan dan asesori indah pasangan raja dan ratu tebu tersebut diikuti 7 pasang Tebu Pengiring yang dibawa oleh para nominator Juara Sinok Sinang Kabupaten Kendal 2018 dengan diiringi musik gamelan gending Jawa.
Di belakang, beberapa grup kesenian mengikuti barisan sambil menampilkan kebolehan masing-masing. Antara lain grup kesenian reog dari desa Jungsemi Kangkung, Grup Marching band Niracipta Nada dari SDN3 Cepiring, Grup Kesenian Barongan dan Kuda Kepang dari Cepiring. Di depan para tamu undangan, semua grup menampilkan atraksi seni secara bergantian hingga selesai seluruh sajian kesenian.
Usai menyaksikan sajian seni tradisional para tamu undangan menuju tempat penggilingan tebu. Satu per satu mereka memasukkan tebu ke tempat penggilingan. Bupati Mirna Annisa dan jajaran Forkopimda tak ketinggalan turut melakukan prosesi tersebut. Acara seremonial Tradisi Wiwitan di PT IGN Cepiring diakhiri dengan pembubuhan tanda-tangan oleh bupati dan wakil bupati di atas sebuah karung berisi gula.
e-disKominfo
.