KENDAL - Kabupaten Kendal ditargetkan bebas buang air besar sembarangan ( ODF ) pada Nopember 2018. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Rencana Aksi Percepatan ODF Desa Untuk Menuju ODF Kabupaten Kendal Tahun 2018, Selasa (24/7/2018) di Ruang Ebony Hotel Sae Inn Kota Kendal.
Hal tersebut disampaikan Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Drs. Sumaryono yang disampaikan M. Nursidik, SH, SKM.MKes, Kabid Kesmas dalam paparannya "Mewujudkan 100 % Universal Akses Sanitasi Melalui STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ) Tahun 2018".
Disampaikannya, saat ini kondisi sanitasi dan ODF Kabupaten Kendal masih 27.843 KK ( 8,38 % ) Kepala Keluarga yang masih melakukan buang air besar di sungai atau hutan di sekitar tempat tinggal di 18 kecamatan.
"Yang sudah memiliki akses jamban sehat 91,62 % ( 284.593 KK ). Sedangkan desa yang sudah ODF sebanyak 96 desa dan yang masih OD sejumlah 190 desa. Untuk mempercepat terwujudnya 2018 bebas OD perlu penanganan serius serta kerja nyata dari lintas sektor," katanya.
Bantuan CSR ( Corporate Social Responsibility ) dari Perusahaan atau entitas seperti APF, Pelindo, Bank Jateng maupun Baznas turut membantu pengadaan jamban untuk keluarga kurang mampu di desa desa.
Sementara, Kepala Dispermasdes Ir. Subaedi menyambung, jumlah KK yang masih OD perlu dipetakan permasalahannya sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan peruntukannya. Disebutkan, misalnya Kelurahan Bandengan yang rata - rata berpenghasilan cukup tinggi tapi tidak ada lahan untuk membuat kakus sehingga harus dibuatkan WC dengan septic tank terapung bukan septic tank cor semen dalam tanah.
Ditambahkannya, sebenarnya Dana Desa bisa dimanfaatkan untuk membuatkan jamban sehat bagi warga namun permasalahnnya pemanfaatan Dana Desa masih terfokus pada pembangunan infrastruktur, minimnya alokasi untuk pemberdayaan masyarakat dan perubahan regulasi yang sangat cepat.
"Dana Desa filosofinya adalah untuk membuat desa menjadi mandiri sehingga semestinya permasalahan OD ( buang air besar sembarangan ) itu bisa dikurangi bahkan dihilangkan," tutupnya. ( Kominfo / heDJ )