Berita Terkini


PEMKAB KENDAL KERJASAMA SWASTA BENTUK EMBRIO 101 DESA WISATA

Rabu, 18 Juli 2018 15:05:41

KENDAL - Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si dan jajaran Pemkab Kendal mengandeng kalangan swasta yang berpengalaman dan berkopeten dalam pengembangan desa wisata untuk merintis pengembangan 101 desa wisata di Kabupaten Kendal.

Hal tersebut terungkap dalam sambutan Bupati Mirna dalam sambutannya pada kegiatan Focus Group Discussion ( FGD ) bertemakan “Membangun Kebersamaan dan Berkelanjutan dalam Mengembangkan Potensi Wisata Alam di Kabupaten Kendal”, Rabu (18/7/2018) di Aula Dinas PUPR.

Sesuai dengan Misi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam bidang pariwisata khususnya Desa Wisata “Mengembangkan potensi wisata dan melestarikan seni budaya lokal”, Pemkab Kendal menjalin kerjsama dengan Donny Yoesgiantoro Center yang telah berpengalaman dalam bidang pengembangan desa wisata di selureuh Indonesia dan Gede Krishna seorang mentor Desa Wisata sekaligus arsitek kenamaan asal Bali.

Dalam sambutannya, Bupati menerangkan kemajuan suatu daerah salah satunya dapat dilihat dari sektor periwisatanya. Kabupaten Kendal memiliki potensi obyek wisata dan daya tarik wisata yang luar biasa bagus dan banyak baik wisata alam, religi, seni budaya maupun kuliner. Maka dari itu, para kelompok-kelompok sadar wisata yang ada di Kendal, diharapkan dapat berkomunikasi lebih intens guna mengembangkan kepariwisataan Desanya dengan baik, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat di Desa dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Bupati menekan tiap Desa Wisata hendaknya mengembangkan potensi wisata dan melestarikan seni budaya lokal. Selain itu kepada para pelaku wisata dan Kelompok Desa Wisata di Kendal, untuk terus berbenah diri, untuk bersatu padu dan bersama-sama, dalam memajukan budaya dan kepariwisata di Kabupaten Kendal

"Lakukan terobosan/inovasi yang baru dalam memprioritaskan dan mengembangkan potensi daya tarik wisata yang ada, untuk terus digali, ditangani dan dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan melakukan pembangunan dan mempromosikan tempat-tempat wisata yang kita miliki," tandas Bupati Mirna.

Sementara, Gede Krishna menilai sebaiknya Kabupaten Kendal memoles satu desa wisata dulu sebagai unggulan sampai mampu menyedot banyak wisatawan tiap hari daripada mengembangkan langsung banyak desa wisata. Satu Desa Wisata yang maju mampu menjadi pemicu desa lain yang potensial sebagai desa wisata untuk berkembang pesat.

Berdasarkan pengalamannya, dengan menggali potensi lokal dan kearifan lokal dengan tidak banyak anggaran yang diperlukan, satu desa wisata mampu berkembang dengan sendirinya.

"Tidak usah banyak meniru desa wisata lain atau berpakaian dan fasilitas yang nyaris sama namun sebuah desa wisata bisa berbeda dengan yang lain. Pola pikir harus diubah dengan memperhitungkan hal yang justru luput dari perhatian. Misalnya Umbul Ponggok di Klaten dan beberapa desa di Bali misalnya Bali Pulina Agrotourism, Silimalombu Eco village di Pulau Samosir Danau Toba dan Tenun Ikat Akasia sebuah desa di Flores," ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan Desa Kedungboto dengan Selo Arjuno nya dan Desa Peron di Kecamatan Limbangan mengharapkan adanya perabikan infrastruktur menuju objek wisatanya untuk mendukung pengembangan Desa Wisata yang sedang berkembang. ( Kominfo / heDJ )

 

 

 


Indeks Berita