KENDAL - Jika koperasi ingin maju dan berkembang dengan sehat, jangan sampai melupakan jati diri koperasi. Koperasi yang sehat adalah yang sehat pengurusnya, sehat usahanya, sehat mentalnya dan sehat pengawasnya.
Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, MSi menyampaikan hal tersebut dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dwianto, Spd, MSi, Selasa (8/5/2018) pada Rapat Kerja Daerah Tahun Kerja 2017 Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Kendal Di Gedung Diklat Dekopinda Kabupaten Kendal di Gedung Dekopinda Kota Kendal.
"Apabila koperasi dikelola dengan baik dan sehat tidak hanya akan mensejahterakan anggota tetapi juga ikut peduli terhadap orang lain dan lingkungannya," kata Dwianto sesuai sambutan tertulis Bupati Kendal.
Dibeberkannya, peran koperasi sudah terbukti menjadi salah satu solusi pilar terbaik dalam mengatasi masalah perekonomian negara. Keberadaan koperasi harus bisa membantu mengatasi masalah ekonomi, selain itu juga harus bisa mengatasi permasalahan sosial dan keadilan dalam masyarakat. Sehingga bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
Di Kabupaten Kendal, jumlah koperasi secara kuantitas dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan pertumbuhannya. Tercatat per April 2018 jumlah koperasi aktif di Kabupaten Kendal sebanyak 345 sedangkan yang tidak aktif sejumlah 220 koperasi. Dan sebagian besar mengarah pada koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam.
Dengan perhitungan secara modal sendiri sebesar Rp. 322,6 milyar; jumlah modal luar sebanyak Rp. 430,6 milyar; volume usaha sejumlah Rp. 527,6 milyar dan jumlah Sisa Hasil Usaha yakni Rp. 15,5 milyar.
Namun Bupati juga merasa prihatin, karena saat ini masih ada koperasi yang beroperasi tidak sesuai dengan jadi diri koperasi (tidak sehat), dengan dibuktikannya masih adanya “Bank Plecit/rentenir” yang berkedok koperasi serta ada juga koperasi yang tidak aktif atau tidak berkembang.
Untuk itu, Bupati Mirna meminta Dekopinda harus mampu melakukan langkah-langkah strategis yang sesuai dengan perkembangan dan situasi perekonomian/usaha yang terjadi sekarang ini, terutama peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bekualitas untuk bisa bersaing di era sekarang ini.
Sementara itu, Rakerda Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Kendal dihadiri Ketua Pimpinan Dekopin Wilayah Propinsi Jawa Tengah; Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal dan Ketua dan Segenap Anggota Dekopinda Kabupaten Kendal, serta Para Pengurus Koperasi se-Kabupaten Kendal. ( hedJ )