Sabtu malam, 14 April 2018, Pemkab Kendal bakal mengawali moment peringatan hari ulang tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta ke-43 tahun 2018 dengan menggelar Pementasan Duta Seni Srandul di Anjungan Jawa Tengah, TMII Jakarta. Materi pentas perpaduan antara seni tradisional Srandul yang dipadu dengan kesenian modern dikemas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal bersama Dewan Kesenian Kabupaten (DK2) Kendal.
Srandul adalah jenis kesenian pertunjukan. Dipentaskan di berbagai momen, seperti upacara-upacara tradisi atau momen lain. Kesenian ini banyak dijumpai di Kabupaten Kendal wilayah atas yaitu di kecamatan Singorojo dan Limbangan. Namun dengan semakin bertambahnya usia para seniman, kini tinggal beberapa kelompok kesenian Srandul yang masih bertahan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kendal berupaya melestarikan kesenian tradisional ini dengan mengangkat kembali dan mengembangkannya sekaligus mengkolaborasikan dengan unsur kesenian modern.
Karakteristik yang paling menonjol dari seni drama tradisional kerakyatan ini adalah menggunakan obor pada pertunjukannya. Obor digunakan sebagai alat penerang yang dipasang di tengah arena pertunjukan. Obor terbuat dari potongan bambu yang diberi kain sebagai Sumbu (Jawa) dan dinyalakan menggunakan minyak. Sebagai penerang, obor digunakan dalam ritual pertunjukan-pertunjukan Srandul dan memiliki nilai simbolik. Unsur kesakralan sangat menonjol dalam setiap pementasan / pertunjukan kesenian Srandul.
Unsur lain kesenian Srandul yaitu adanya unsur dialog langsung atau percakapan antara pemain dengan pengrawit musik pengiring. Pertunjukan Srandul bisa berlangsung selama semalam suntuk dengan menyajikan kisah dalam beberapa episode. Materi dialog dalam pertunjukan Srandul berisi cerita-cerita tentang masalah-masalah pertanian, kesuburan, kemakmuran, bencana, wabah dan masalah lain dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang dalam berdialog, para pemain menyisipkan pesan-pesan dan guyonan atau humor untuk menghidupkan suasana. Kominfo.