Berita Terkini


BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT KENDAL BAHAS KEGIATAN PENUNJANG KOTA KUMUH

Kamis, 02 Maret 2017 14:07:35

KENDAL - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menggelar pertemuan Badan Keswadayaan Masyarakat Kecamatan Kendal, Kaliwungu, Brangsong dan weleri sebagai kegiatan penunjang program KOTAKU ( Kota Tanpa Kumuh ), Kamis (2/3) di Gedung Dharma Wanita Setda Kendal.

Menurut Kepala Bidang Kawasan Permukiman Muhamad Yusuf Aryanto yang membuka kegiatan tersebut mengatakan program KOTAKU merupakan transformasi dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan atau biasa disebut PNPM-MP. Sesuai dengan nama yang disandang, program KOTAKU diluncurkan untuk menangani kekumuhan yang ada di Indonesia. Diharapkan nanti pada tahun 2019 luas wilayah kumuh di Indonesia menjadi 0%.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dilakukan oleh setiap kelurahan. Kelurahan wajib menyusun target penanganan kawasan kumuh. Penyusunan rencana kegiatan dan target dilakukan masyarakat. Setelah itu, diminta untuk mewujudkan rencana yang disusun tersebut.

Pada pertemuan yang dihadiri perwakilan BKM di empat kecamatan tersebut dibahas persiapan untuk audit BKM yang dikelola tahun buku 2016. Audit dilakukan pada usaha - usaha penunjang program KOTAKU yang dilakukan oleh BKM masing - masing. Hasil audit laporan keuangan nantinya diharapkan Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ). Sebelumnya audit tahun lalu dari 57 BKM, 46 BKM dinyatakan WTP. Dalam audit nantinya semua BKM akan mendapatkan pendampingan. Diharapkan dengan audit nanti anggaran untuk BKM di Kabupaten Kendal akan meningkat.

Sementara, Korkot ( Koordinator Kota ) Kabupaten Kendal Tugimin dalam paparannya mengatakan, audit merupakan kewajiban sepanjang masih ada kegiatan usaha ekonomi yang dilakukan BKM. Diharapkan usaha yang dilakukan BKM dibiayai secara mandiri.

Terkait kemandirian, BKM perlu menngetahui potensi yang sebenarnya bisa digali. BKM bersama Unit Pengelola Kegiatan diharapkan mandiri bisa mempunyai modal untuk usaha dengan memfasilitasi secara swadaya.

Potensi uang yang mengendap untuk BKM Kabupaten Kendal yang harusnya digulirkan namun tidak digulirkan lantaran ada ketakutan mengalami kemacetan sejumlah kurang lebih Rp. 2 milyar. Tugimin mengharapkan semua BKM di Kabupaten Kendal harus optimis dengan menggulirkan dana dan dua tahun berikutnya pasti ada hasil. Dari Idle money ( uang yang belum digunakan ) yang ngendon di bank sebenarnya bisa digunakan untuk 285 hingga 300 KSM ( kelompok Swadaya Masyarakat ) yang terbentuk dari dana yang ada.

Mulai 2007 menurut pengamatan korkot uang yang harusnya dimanfaatkan untuk usaha BKM hanya ngendon di bank hanya ditunggu bunga banknya saja. Uang tersebut sebenarnya bisa digunakan sehingga bisa berkembang dan usaha yang dijalankan bisa maju dan tidak berjalan di tempat atau bahkan tidak ada usaha yang dilakukan.

"Uang yang telah digulirkan ke BKM jangan hanya dismpan saja. Nanti kami ada tim yang akan membantu dan mendampingi BKM mulai hari ini ( Kamis, 2/3 )," ujar Tugimin. ( 03 / Kom - heDJ )

 

 

 

 

 


Indeks Berita