Berita Terkini


PENDEKATAN HUMANIS, SUKSES PINDAHKAN PKL TANPA PERLAWANAN

Jumat, 16 Desember 2016 10:00:24

Bantaran Kali Wedus sepanjang 500 meter yang berlokasi di depan balai desa Sidorejo Kecamatan Brangsong, dan bersebelahan dengan pasar Srogo kini tampak bersih dan nyaman. Sebelumnya, di lokasi ini, selama berpuluh-puluh tahun ditempati lapak-lapak atau kios dan terlihat kumuh. Berbagai macam diperjualbelikan disini, seperti kayu bahan bangunan, kuliner, bahan bakar minyak dan sebagainya.

Menurut Kades Sidorejo, Sutikno, para pedagang tidak melakukan perlawanan . Mereka dengan rela mau meninggalkan tempat dagangannya yang sudah puluhan tahun mereka tempati. “Kami memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk berkomunikasi dengan para pedagang ini. Sebelumnya kami lakukan sosialisasi dengan melibatkan para tokoh masyarakat, BPD dan juga para pedagang sendiri.”, ungkap Sutikno.

Setelah dilakukan pendekatan persuasif, dengan alasan akan ada pelebaran dan pembetonan jalan maka kemudian para pedagang dengan rela mau meninggalkan tempatnya mencari nafkah tersebut.

“Selama ini kami tidak pernah menarik retribusi. Dengan demikian, mereka menyadari dan tidak menuntut ketika diminta berpindah dari tempatnya berdagang. Kami hanya menunjukkan tempat-tempat lain yang bisa dijadikan untuk berdagang. Misalnya lokasi diseputar pasar Srogo. Namun para pedagang , sebagian juga ada yang berpindah didepan rumahnya, atau tempat lain”, kata Sutikno.

Anwar Haryono, Camat Brangsong menuturkan, bahwa pihaknya mengapresiasi sikap para pedagang. Komunikasi yang dia bangun, antara kades, pedagang, para tokoh masyarakat dan SKPD terkait dinilainya menjadi kunci keberhasilan memindah lapak-lapak dengan kondusif. “Kami memanfaatkan momen pembetonan jalan. Pembetonan jalan, selama ini menjadi satu hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Momen inilah yang kita gunakan dengan melakukan tindakan humanis”, ungkapnya.

Kini bantaran kali wedus yang ada didepan balai desa Sidorejo sudah tampak bersih. Untuk menjaga agar para pedagang tidak kembali lagi, kini disepanjang bantaran sungai sudah ditanami pepohonan. Ahmadun (51 th) warga setempat berharap, pemandangan baru yang kini sudah tampak indah dan bersih ini bisa terus dipertahankan.

“Kita sudah tanami dengan tanaman tahunan, agar mereka tidak kembali. Dan apabila ada satu pedagang yang kembali, maka kita akan segera mengambil tindakan untuk melarang. Sebab kalau satu diperbolehkan, maka dikhawatirkan nantinya akan diikuti oleh yang lain”, jelas Sutikno. (kris/hms)


Indeks Berita