SLPHT MEDIA TUKAR ILMU BAGI PETANI
Senin, 14 Maret 2016 07:26:47
Tiga kelompok tani (poktan) dari lima desa di kecamatan Gemuh yaitu poktan Tirta boga desa Lumansari, poktan Ngudi Makmur desa Tamangede, dan poktan Sukamaju desa Galih Kecamatan Gemuh melakukan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT). Setiap unit SLPHT diikuti 25 petani, yang kegiatannya dimulai pada awal persiapan lahan sampai panen komoditi.
Poktan Tirta boga dan poktan Ngudi makmur menjalankan SLPHT tanaman tembakau, sedangkan poktan Sukamaju, SLPHT tanaman jagung. Masing-masing unit SLPHT ditarget bisa melaksanakan pertemuan sebanyak sepuluh kali dimulai dari awal tanam hingga panen komoditi. Dalam setiap pertemuan, petani akan melakukan pengamatan lahan dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
SLPHT dilakukan sebagai sarana untuk tukar pengalaman dari para petani kepada petani. Petani dituntut untuk mendapatkan permasalahan dan mencari solusinya sendiri sesuai dengan pengalaman masing-masing petani, yang didapatkan dari apa yang pernah ditemukan dilapangan/sawah.
"Program SLPHT pada dasarnya adalah mengarahkan dan mengajak petani untuk melakukan pemberantasan hama penyakit secara bijak. Maksudnya adalah pada satu sisi pemberantasan hama penyakit dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman, namun pada sisi lain petani juga dituntut agar bisa menjaga kelestarian ekosistem”, kata Santoso pemandu SLPHT.
Suwardi (53) peserta SLPHT tembakau dari poktan Tirta Boga desa Lumansari mengaku bahwa SLPHT sangat bermanfaat bagi petani, karena merupakan forum diskusi dan tukar pengalaman dalam pencegahan dan pemberantasan hama penyakit. Santoso menjelaskan bahwa pertemuan berikutnya akan dilaksanakan kembali mulai Senin (14/3). (kris/hms).
Indeks Berita