Berita Terkini


PETANI DIDIDIK MENJADI PRODUSEN BENIH BERSERTIFIKAT

Jumat, 05 Februari 2016 10:25:57

Guna menambah pendapatan petani dan menciptakan kemandirian petani, terutama dalam hal pengadaan pupuk, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Propinsi Jawa Tengah mengadakan bimbingan teknis dan pembenihan / pembibitan . Bintek dilangsungkan Rabu (3/2) di rumah Ketua Kelompok Tani (Poktan) Loh Jinawi desa Lumansari Kecamatan Gemuh dan diikuti oleh 21 petani anggota Poktan.

Sutiknyo dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Propinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa tujuan bintek untuk petani adalah dalam rangka membina petani untuk dilatih menjadi produsen benih bersertifikat.

Dikatakan bahwa pihaknya memerlukan beberapa kali pertemuan dengan petani, setidaknya empat sampai lima kali pertemuan agar petani nantinya benar-benar memiliki kemampuan memproduksi benih secara mandiri.

“Apabila petani sudah mampu menjadi produsen benih bersertifikat maka dengan sendirinya bisa menambah pendapatan petani, sebab nantinya benih hasil produksi petani ini bisa dijual bebas karena sudah bersertifikat. Dan petani bisa membuat benih sesuai dengan pilihannya sendiri” tambah Sutknyo.

Dayat, Ketua Poktan Loh Jinawi menyampaikan bahwa anggota kelompoknya menginginkan benih jenis “Situ Bagendit”. Dia beralasan bahwa Situ Bagendit merupakan jenis padi yang saat ini disamping nilai produksinya lebih tinggi juga umur padi yang pendek yaitu berkisar 110 hari, sedangkan jenis padi yang lainnya rata-rata 120 hari.

Dayat mengaku bahwa dirinya merasa beruntung memperoleh ilmu tentang pembuatan bibit, apalagi bibit yang bersertifikat. Sebab bibit yang bersertifikat tentu memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga hasilnya menurutnya akan lebih baik. Namun dia berharap agar nantinya Poktan atau petani juga diberi pelatihan tentang bagaimana pemasarannya. “Syukur kalau pemerintah nantinya bisa membantu”, katanya. (kris/hms)


Indeks Berita