Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal mengadakan pengajian umum dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional ke-5 Tahun 2019, Selasa malam (22/10/2019), di Alun-alun Kendal, Jawa Tengah. Pengajian yang menghadirkan Habib Firdaus Al Munawwar dan Grup Band Solawat Adem Ayem dari Pondok Pesentren Manbaul Hikmah Mororejo Kaliwungu Kendal, dihadiri oleh Bupati Kendal, dr Mirna Annisa, M.Si., Sekda Kendal, H. Moh Toha, S.T., M.Si., para kepala OPD Kendal, Forkopimda, para camat se-Kabupaten Kendal, Organisasi keagamaan NU, Muhammadiyah, LDII dan Rifa’iyah serta dikuti oleh ribuan masyarakat Kabupaten Kendal.
Sekda Kendal, H. Moh Toha, dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan pengajian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019, adalah untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah dan mempererat tali silaturahmi antara ulama dan umara. Di samping itu merupakan momentum untuk mengingatkan kembali semangat jihad kepada para santri yang pernah digelorakan para ulama pada tanggal 22 Oktober 1945. Pengajian juga sebagai sarana belajar tolabul ilmi dalam menambah khasanah keilmuan, khususnya ilmu agama Islam dan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Sementara Habib Firdaus Al Munawwar, dalam mauidhoh hasanahnya mengatakan, dulu para santri dianggap sebagai kaum sarungan yang terpinggirkan dan tidak mendapat kesempatan. Namun alhamdullilah, sekarang santri menjadi sangat terkenal tidak kalah dengan kaum millennial. “Terkenalnya santri banyak orang-orang yang ingin tahu lebih dalam lagi. Siapakah santri itu sebenarnya, sehingga muncul cendikiawan. Sebutan cendikiawan memiliki difinisi yang bermacam-macam. Prof. Dr. Nurcholish Madjid, M.A, seorang cendikiawan islam mengatakan bahwa kata santri diambil dari kata cantrik. Yaitu orang yang selalu mengikuti dan membantunya Kiai di manapun beliau berada," ujarnya.
Menurut Habib Firdaus, ada juga yang mengatakan, kata santri adalah berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti orang-orang yang senang menuntut ilmu. Sedangkan menurut Simbah Abdullah Dimyati Banten, pengertian seorang santri adalah orang yang harus menutupi aurot baik laki-laki maupun perempuan. Dikatakan, kelak santri harus siap menjadi pengganti peran para ulama. Santri harus bisa menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat dan dan menyelesaikan pendidikannya sehingga mampu menjadi pemimpin melanjutkan peran ulama.
“Kalau para santri sudah siap menggantikan para ulama dan siap untuk terjun ke masyarakat, insaAllah tujuan dari Mbah-Mbah kita akan tercapai. Ia juga mengatakan bahwa yang namanya santri adalah orang-orang yang cinta terhadap para kiai, dan siapaun saja yang mengikuti gerak gerik kiai, taat terhadap kiai maka mereka adalah santri.
Para pahlawan kita yang dulu memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia pasti akan tersenyum. Alhamdullah, maka dari itu, pentingnya peringatan Hari Santri Nasional ini untuk mengisi kemerdekaan RI, yaitu dengan cara menuntut ilmu dengan sunguh-sunggu dan takdim dengan para Kiai,” tutur Habib Firdaus saat menyampaikan pesan-pesan kepara para santri. (HR/kominfo).