• Bupati
    Dr. Hj. Widya Kandi Susanti,
    MM. CD.
  • Wakil Bupati
    H. Muhammad Mustamsikin,
    S.Ag. M.Si.
Haze

26°C

Portal Resmi Kabupaten Kendal
Jl. Soekarno-Hatta No.193 Kendal
e-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Senin, 08 Juli 2013 07:33

LIMA DALANG BOCAH / REMAJA RAMAIKAN LOMBA DALANG

Written by 

Dalang Bocah BeraksiKENDAL - Sedikitnya 5 dalang bocah dan remaja ikut meramaikan lomba dalang yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Kendal ke 408, di Pendopo setempat, Sabtu, (6/7). Menurut sekretaris panitia lomba, Kunarto, dari sisi jumlah peserta, lomba dalang tahun ini mengalami penurunan dibandinglan tahun 2012. Tahun ini, peserta hanya 10 dalang, terdiri 5 dalang senior dan 5 dalang bocah/ remaja. Namun demikian, munculnya 5 dalang bocah dan remaja itu dinilai sebagai potensi besar bagi perkembangan seni pedalangan di kabupaten Kendal. Ini berarti di Kendal mulai tumbuh bibit-bibit baru dalang muda.

Ke 5 dalang bocah/remaja yang bertalenta itu yaitu Ahma Garuh Afrian (14 tahun) dari Desa Krajan Limbangan; Muhammad Nazar Baehaqi (11 Tahun) dari desa Krajan Kulon, Kaliwungu dan Adya Ananda Astungkara (13 Tahun) dari desa Kaliwungu Selatan. Sedangkan dalang remaja yang tampil yaitu Bushro Joko Asmoro (21 Tahun) dari desa Kediten Plantungan dan Agus Kurniawan (26 Tahun) dari desa Caruban Gemuh. Diiringi musik gamelan dari Paguyuban Sekar Jagat pimpinan Sutoro Darkanto, dalang-dalang muda itu tampil atraktif. Meskipun kemampuan suluk masih terbatas namun mereka memiliki ketrampilan yang baik terutama penguasaan ”sabetan”.

Tahun lalu, menurut Sekretaris Pepadi Kendal, lomba dalang diikuti oleh 15 peserta yang seluruhnya adalah dalang lokal yang sudah berusia tua. Hanya ada satu peserta dalang bocah yang muncul yaitu Muhammad Farhan Al-Fawwaz (11 Tahun) dari desa Sapen kecamatan Sukorejo. Dalang bocah itu, ditetapkan sebagai pemenang lomba dalang Kabupaten Kendal. Dan menurut peraturan panitia, sang juara tidak diperbolehkan lagi mengikuti lomba pada tahun berikutnya. Namun, saat para anggota dewan juri melakukan penghitungan nilai, dalang bocah yang mengidolakan tokoh Baladewa itu berkesempatan mempertontonkan kebolehannya memainkan tokoh-tokoh wayang dalam lakon Hanoman Duta.

Seluruh peserta melakonkan swalah satu cerita dari `10 lakon yang telah ditetapkan oleh panitia. Bambang Hariyadi melakonkan cerita Gatutkaca Winisuda. Bambang Hudiono menyajikan lakon Parikesit Winisuda. Sedangkan Joko Prayitno, Agung Sunardi, Sutoro Hadi Busono, masing-masing memainkan lakon Bratasna Winisuda, Gatutkaca Winisuda dan Bomanarakasura Winisuda. Para dalang bocah dan Remaja, yaitu Ahma Garlih Alfian, M. Nazar Baehaqi, Adya Ananda Astungkara, Bushro Joko Asmara, Agus Kurniawan Cokro Muda masing-masing menampilkan lakon Gatutkaca Winisuda, Puntadewa Winisuda dan Jayadrata Winisuda.

Panitia Ali Yusuf Serahkan Tropi JuaraPara Juara Lomba DalangDalang Bocah Memainkan Wayang Dewan juri seluruhnya adalah dosen pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yaitu dr. Sugeng Nugroho, S,Kar ; Kuato, S.Kar, M.Hum dan Joko Riyanto, S.Kar. M.Hum. Ketiga juri menetapkan juara 1, 2 dan 3 serta juara harapan 1, 2 dan 3 berdasar 1 kriteria yang sama. Berhasil meraih juara 1, Bambang Hariyadi dari Meteseh Boja dengan nilai 1.374. Joko Prayitno dari Desa Nawangsari Weleri meraih juara 2 dengan nilai 1.286 dan Sutoro Hadi Busono dari desa Sumbersari kecamatan Ngampel sebagai juara 3 dengan nilai 1.274. Juara harapan masing-masing diraih oleh Agung Sumardi, Adya Ananda Astungkara dan Muhammad Nazar Baehaqi. Para juara mendapatkan piala kejuaraan, piagam penghargaan dan sejumlah uang pembinaan.

Pelaksanaan lomba dalang tahun ini, panitia dan peserta lomba mendapat catatan khusus dari dewan juri. Dewan juri meminta panitia dan peserta agar taat pada ketentuan yang telah ditetapkan bersama dalam pertemuan teknik. Panitia diharapkan dapat membedakan kriteria penilaian antara dalang senior dengan dalang bocah. Mereka berlomba agar tidak dicampur agar sesuai dengan kelompoknya sehingga bobot mereka seimbang. Sedangkan kepada para dalang peserta lomba agar menyiapkan materi sesuai lomba. Peserta harus membedakan alur lakon yang dibawakan dengan saat main pentas tanggapan sehingga lebih fokus pada perlombaan.

Sekda Ir. Bambang Dwiyono, MT. saat menyampaikan sambutan bupati dr. Widya Kandi Susanti, MM, CD mengatakan, seni pedalangan merupakan seni budaya bangsa harus dilestarikan dan dikembangkan. Wayang sebagai sarana penyampaian informasi dan pendidikan budi pekerti yang luhur yang mampu memberikan contoh suri tauladan bagi masyarakat khususnya generasi muda. Ketua panitia lomba sekaligus Kepala Inspektorat Kabupaten Kendal, Drs. Ali Yusuf di akhir lomba menyerahkan hadiah-hadiah penghargaan kepada para juara. Hadir dalam pelaksanaan lomba dalang para tokoh masyarakat, para budayawan dan warga masyarakat penggemar kesenian wayang. (EDY/Hms).

 

 

 

 

 

 

Last modified on Senin, 08 Juli 2013 08:02